Liputan6.com, Jakarta - Penyebab stres pada remaja tidak hanya berasal dari nilai sekolah. Di era digital saat ini, tekanan dari berbagai aspek kehidupan membuat remaja lebih rentan mengalami stres yang dapat memengaruhi kesehatan mental maupun aktivitas sehari-hari.
Psikolog Klinis Senior sekaligus Direktur Allied Health di Institute of Mental Health (IMH) Singapura, Dr. Ong Lue Ping, mengatakan, ada empat faktor penyebab stres pada remaja yang paling sering ditemui. Menurutnya, orang tua perlu memahami sumber tekanan tersebut agar dapat memberikan dukungan yang tepat sebelum kondisinya semakin memburuk, seperti dikutip dari Channel News Asia pada Selasa (4/8/2026)
1. Tekanan Akademik
Salah satu penyebab stres pada remaja adalah tekanan akademik yang datang dari berbagai arah. Selain mengikuti pelajaran di sekolah, remaja juga harus mengerjakan pekerjaan rumah, menyelesaikan proyek, menghadapi ujian, hingga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Advertisement
Agar tidak mengalami burnout, Ong menyarankan penerapan aturan 80:20 selama masa sekolah. Sebanyak 80 persen waktu remaja sebaiknya digunakan untuk kegiatan akademik, sedangkan 20 persen sisanya dimanfaatkan untuk aktivitas pribadi, seperti bermain gim atau menggunakan media sosial.
Saat liburan sekolah, pembagian waktu tersebut dapat dibalik. "Usahakan mengidentifikasi tantangan akademik yang dihadapi remaja sejak awal tahun agar bantuan dapat diberikan tepat waktu," kata Ong.
Dia juga menganjurkan orang tua menetapkan batasan waktu yang wajar untuk aktivitas hiburan selama masa sekolah tapi tetap memberi kebebasan kepada anak mengatur waktu luangnya saat liburan.
2. Ekspektasi Diri dan Orang Tua
Penyebab stres pada remaja berikutnya adalah ekspektasi yang terlalu tinggi, baik dari diri sendiri maupun orang tua. Tidak sedikit remaja merasa harus selalu memperoleh nilai terbaik sehingga mudah kecewa ketika hasilnya tidak sesuai harapan.
Ong mengingatkan bahwa remaja perlu menetapkan target yang realistis dan tidak terlalu keras terhadap diri sendiri.
"Faktor di luar kendali terkadang dapat memengaruhi hasil belajar. Namun, memiliki sikap yang tepat akan membantu remaja berkembang dalam jangka panjang," ujarnya.
Dia juga mengimbau orang tua untuk lebih menghargai proses dibandingkan hasil akhir.
"Apa pun hasilnya, rayakan usaha yang telah dilakukan anak. Setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing. Ada yang berkembang lebih cepat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama," kata Ong.
3. Tekanan dari Teman Sebaya
Selain akademik, faktor penyebab stres pada remaja juga berasal dari lingkungan pergaulan. Pengaruh teman sebaya, terutama melalui media sosial, sering kali membuat remaja merasa harus mengikuti tren agar diterima dalam kelompoknya.
Oleh sebab itu, Ong menilai komunikasi terbuka menjadi cara terbaik untuk membantu remaja menghadapi tekanan tersebut.
"Ingatkan anak bahwa mereka selalu bisa berbicara dengan Anda dan tidak apa-apa mengatakan 'tidak' ketika merasa tidak nyaman," ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya menjadi pendengar yang aktif. Orang tua sebaiknya memberikan perhatian penuh saat anak berbicara, menggunakan pertanyaan terbuka, dan menghindari sikap yang mudah menghakimi.
4. Hubungan Pertemanan dan Keluarga
Penyebab stres pada remaja tidak lepas dari hubungan sosial. Memasuki masa remaja, pertemanan menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas diri. Konflik dengan teman maupun perbedaan pendapat dengan orang tua dapat menjadi sumber tekanan emosional.
Ong menyarankan orang tua tetap meluangkan waktu berkualitas bersama anak melalui aktivitas atau hobi yang sama agar komunikasi tetap terjalin.
"Gunakan momen kebersamaan untuk memberikan contoh hubungan yang sehat dan dorong remaja berbagi pandangan, masalah, maupun cerita tentang pertemanannya. Berikan dukungan dan jangan meremehkan persoalan hubungan yang sedang mereka hadapi," katanya.
Â
Kapan Orang Tua Harus Waspada?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3185858/original/008923000_1595313557-patrick-buck-iPpy3Mupk8k-unsplash.jpg)
Meski stres merupakan hal yang wajar, orang tua perlu waspada apabila penyebab stres pada remaja mulai berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Perubahan suasana hati yang berlangsung lama, ledakan emosi yang berulang, atau perasaan sedih selama lebih dari dua minggu dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental yang membutuhkan perhatian.
"Jika stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari remaja, itu bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih besar. Dalam kondisi seperti ini, mencari bantuan sejak dini sangat penting," ujar Dr. Ong.
Menurutnya, berkonsultasi dengan konselor atau psikolog bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Sama seperti memeriksakan diri ke dokter saat sakit fisik, penanganan sejak dini dapat membantu remaja pulih lebih cepat dan mencegah masalah berkembang menjadi lebih serius.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314981/original/095911000_1785820083-Screenshot_2026-08-04_112610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4562108/original/018876600_1693790769-cek_fakta_gizi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304647/original/032140900_1784727999-IMG_2234.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5347062/original/067989000_1757659606-andres-siimon-ryBnRg4c3L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5094250/original/080892200_1736844864-prophsee-journals-OnFW5djcAYc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5281136/original/097992900_1752317849-WhatsApp_Image_2025-07-12_at_15.43.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306424/original/077461000_1784878342-2149029655.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5130748/original/022743200_1739349456-Nyeri_dada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3554942/original/002799700_1630291678-hernan-sanchez-kEFrAFKY6Sk-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766668/original/059133300_1709893950-bright-happy-pregnant-woman-walking-sunny-park.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8971276/original/001419400_1782981562-angelina-sarycheva-vFefVZLzQYU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8716486/original/023715500_1782811628-gerd.jpeg)