Cara Seru Mengajak Anak Sikat Gigi Sebelum Tidur

Mengajari anak untuk rutin sikat gigi tiap malam sebelum tidur tidak semudah yang dibayangkan. Namun, konsistensi dan cara seru jadi kunci.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Membiasakan anak menyikat gigi sebelum tidur sering kali menjadi tantangan bagi orangtua. Ada anak yang langsung menolak, menangis, hingga meronta.

"Ini memang perjuangan bagi orangtua, butuh usaha dari orangtua untuk mengajak anak menyikat gigi," tutur drg Alana Aluditasari SpKGA dalam sesi interview bersama RS Pondok Indah. 

 

Meski begitu, Alana mengatakan ada beberapa cara fun mengajak anak sikat gigi. Pertama, ayah dan ibu dapat mengajak anak menyikat gigi bersama di kamar mandi. Anak biasanya lebih mudah meniru kebiasaan ayah dan ibu dibanding hanya mendengarkan perintah.

"Ikut papa, ikut mama. Sikat gigi bareng-bareng," contoh Alana.

Lalu, anak diberi kesempatan menyikat giginya sendiri agar merasa percaya diri dan terlibat dalam kegiatan tersebut. Pada anak di bawah tujuh tahun orangtua perlu kembali menyikat gigi anak karena kemampuan anak membersihkan gigi secara mandiri belum optimal.

"Anak boleh sikat gigi sendiri dulu, tetapi setelah itu tetap harus dibantu orang tua," katanya.

Supaya suasana semakin menyenangkan, orangtua bisa mengajak anak bergantian menyikat gigi. Misalnya, setelah orangtua membantu menyikat gigi anak, biarkan anak menyikat gigi ayah atau ibunya.

"Setelah itu sekarang gantian, anak menyikat gigi mama. Momen seperti itu biasanya membuat anak lebih senang," ujar Alana.

 

Biarkan Anak Pilih Sikat dan Pasta Gigi

Dokter yang praktik di RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta ini menyarankan agar orangtua melibatkan anak saat memilih sikat gigi maupun pasta gigi. Sikat gigi dengan gambar karakter favorit atau warna yang disukai dapat membuat anak lebih bersemangat menjalani rutinitas menyikat gigi sebelum tidur.

Meski membutuhkan kesabaran, Alana mengingatkan agar orang tua tidak mudah menyerah ketika anak menolak menyikat gigi. Menurutnya, lebih baik orang tua bersikap tegas di rumah daripada anak harus menjalani perawatan akibat gigi berlubang.

"Memang kesabaran orang tua tidak boleh setipis tisu. Tapi tetap harus diusahakan anak menyikat gigi. Lebih baik dipaksa di rumah daripada nanti harus dipaksa menjalani perawatan di dokter gigi karena giginya sudah bermasalah," pesannya.