3 Bahaya Merokok pada Wanita, Muka Jelek hingga Risiko Cacat Lahir

Merokok bikin wanita cepat tua dan berisiko gangguan kehamilan. Dokter jantung ungkap dampak serius yang sering diabaikan.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan merokok tidak boleh dianggap sepele, apalagi bagi wanita. Dampak merokok pada wanita tidak hanya berkaitan dengan paru-paru, tapi juga menyentuh aspek kecantikan, kesehatan jantung, hingga risiko kehamilan.

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi, dr Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) menjelaskan bahwa wanita sebenarnya memiliki perlindungan alami terhadap penyakit jantung berkat hormon estrogen. Namun, kebiasaan merokok justru merusak keunggulan tersebut.

"Wanita itu secara alami punya perlindungan dari hormon estrogen yang bersifat protektif terhadap pembuluh darah. Tapi efek ini akan terganggu ketika seorang wanita merokok," ujar Bobby dikutip Kesehatan Liputan6.com dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dr.bobbyjantung pada Selasa, 5 Mei 2026.

Dia, menjelaskan, tidak sedikit kasus serangan jantung pada wanita usia muda yang ternyata memiliki riwayat merokok. Kondisi ini menunjukkan bahwa rokok dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah, bahkan pada kelompok yang seharusnya lebih terlindungi.

Tak hanya berdampak pada organ dalam, efek merokok juga terlihat jelas pada penampilan. Paparan asap rokok, termasuk dari vape, dapat merusak struktur kulit secara perlahan.

"Asap rokok yang mengenai wajah akan merusak jaringan kulit. Akibatnya, wanita yang merokok cenderung lebih cepat mengalami penuaan dini, seperti keriput dan kulit kusam," tambahnya.

Kondisi ini membuat wanita perokok sering kali tampak lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Kulit kehilangan elastisitas dan cahaya alaminya, sehingga memengaruhi kepercayaan diri.

Dampak yang tak kalah serius adalah pada sistem reproduksi. Merokok diketahui dapat mengganggu kesuburan atau menyebabkan infertilitas pada wanita. Hal ini tentu menjadi perhatian penting, terutama bagi mereka yang merencanakan kehamilan.

"Wanita yang merokok berisiko mengalami gangguan kesuburan, sehingga lebih sulit untuk hamil," kata Bobby.

 

Merokok dapat Memengaruhi Janin di Kandungan

Lebih jauh lagi, jika kehamilan terjadi, risiko tidak berhenti di situ. Janin yang dikandung oleh ibu perokok memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan, termasuk cacat lahir.

Selain itu, kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko berbagai penyakit serius lainnya, seperti kanker paru dan kanker payudara. Kombinasi risiko ini menjadikan rokok sebagai ancaman nyata bagi kesehatan wanita secara menyeluruh.

Melihat berbagai dampak tersebut, Bobby mengingatkan bahwa merokok bukanlah gaya hidup yang layak dipertahankan.

"Merokok itu bukan sesuatu yang membuat terlihat hebat. Justru sebaliknya, ini merugikan kesehatan dari berbagai sisi," pungkasnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by dr Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) (@dr.bobbyjantung)