Kenapa Wanita Bisa Punya Berewok? Ternyata Ini Penyebab Medis yang Sering Tidak Disadari

Berewok pada wanita bisa jadi tanda PCOS akibat hormon dan insulin tinggi, ini penjelasan dokter yang wajib diketahui.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Muncul berewok alias jenggot atau bulu di dagu adalah hal biasa bagi pria. Namun, pada perempuan, hal ini tidak lumrah dan bisa merujuk pada kondisi tertentu seperti Sindrom Ovarium Polikistik alias PCOS.

"Sebenarnya PCOS itu makin sering akhir-akhir ini, penyebab paling utama itu meningkatnya berat badan atau obesitas pada perempuan. Obesitas yang berlebih bisa menyebabkan kadar insulin meningkat," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Krisantus Desiderius Jebada kepada Kesehatan Liputan6.com saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dia, menambahkan, peningkatan insulin dapat mengganggu perkembangan telur. Normalnya, telur perempuan berkembang hingga ukuran 20 mili kemudian menetas.

Dengan pengaruh insulin, telur bisa tumbuh tapi tidak sampai besar dan tidak menetas. Akibatnya, telur semakin banyak dan kondisi ini disebut sebagai PCOS.

"Telur yang tidak menetas ini akan menyebabkan siklus berulang di mana hormon perempuan sebelum jadi estrogen, progesteron itu dia akan menghasilkan hormon testosteron terlebih dahulu. Nah, testosteron ini akan semakin bertambah pada perempuan, efeknya maskulinisasi, seperti cowok jadinya, jerawatnya tambah dan berbulu juga akibat siklus PCOS yang berulang," kata dokter yang bertugas di Eka Hospital Pantai Indah Kapuk (PIK).

Bagaimana cara menghilangkan jenggot pada wanita secara alami? Cara utama untuk menurunkan kadar testosteron akibat siklus PCOS berulang adalah menurunkan berat badan.

Dengan demikian, kadar insulin akan turun sehingga perkembangan telur pun semakin berkurang. Telur yang awalnya menjadi banyak dan tidak menetas, dapat kembali menetas secara alami.

"Makanya PCOS itu selalu berhubungan dengan haid yang terganggu. Haid itu kan disebabkan karena ada telur yang menetas, kalau telurnya tidak menetas, dia nggak akan haid. Makanya yang paling sederhana, berat badannya harus diturunkan karena berat badan itu adalah salah satu faktor PCOS tadi," tambahnya.

Meski tidak semua pengidap PCOS pasti mengalami pertumbuhan bulu, tapi sebagian besar memang demikian.

"Yang paling sering sebenarnya wajahnya jerawatan, kemudian ada kumis berlebih, makanya dengan diperbaiki berat badannya, diharapkan hormonnya akan turun, makanya efek kumisnya dan jerawatnya akan berkurang," kata Derius.

Kenapa Kasus PCOS Kian Meningkat?

Salah satu alasan meningkatnya kasus PCOS pada perempuan adalah kondisi lingkungan dan gaya hidup.

"Nah pola hidup, polusi udara, pola makan jadi salah satu penyebab meningkatnya kasus PCOS. Kalau dulu itu kayaknya PCOS kurang nge-tren karena angka kejadiannya kecil. Kalau sekarang dengan pola hidup yang berubah, pola makan yang juga berubah, polusi juga makin berat memang kejadiannya makin nge-tren PCOS sama endometriosis itu dibanding zaman dulu," ujarnya.

Selain itu, usia perempuan subur juga kian meningkat sehingga risiko kejadian PCOS semakin sering. Ditambah kesadaran pasien soal kesehatan semakin tinggi sehingga mereka lebih inisiatif untuk memeriksakan diri.

Apa Berewok Bisa Hilang Setelah Turun Berat Badan?

Derius menambahkan, ketika berat badan telah diturunkan, bulu berlebih bisa hilang secara bertahap.

"Nanti akan berkurang perlahan biasanya, tapi enggak langsung hilang tiba-tiba. Tubuh itu biasanya dari folikel rambutnya, tidak bisa rontok otomatis tapi akan pelan-pelan berkurang berbarengan dengan penurunan berat badan tadi," ujarnya.

"Mencukur itu bukan solusi, karena folikel atau akar rambutnya masih ada," pungkasnya.