Liputan6.com, Jakarta - Penyakit ebola dilaporkan pertama kali di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada 1976. Sejak saat itu, virus ini muncul secara sporadis di beberapa negara Afrika. Wabah terbesar dilaporkan di Afrika Barat (Guinea, Liberia, dan Sierra Leone) pada 2014-2016 dengan 28.610 kasus dan 11.308 kematian (Case Fatality Rate/CFR: 39 persen).
Selain itu, pada 2018-2020 terjadi wabah penyakit ebola di RD Kongo. Kedua wabah tersebut ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai public health emergency of international concern (PHEIC).
Pada 15 Mei 2026, otoritas kesehatan RD Kongo dan Africa Centers for Disease Control and Prevention (Africa CDC) melaporkan kembali wabah penyakit ebola di RD Kongo dan Uganda.
Advertisement
Hingga 15 Mei 2026, telah dilaporkan sebanyak 246 kasus suspek termasuk delapan konfirmasi di Provinsi Ituri dan 80 kematian dengan CFR 32,5 persen. Selain itu, telah dilaporkan dua kasus konfirmasi dengan satu kematian di Uganda.
Pada 19 Mei 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Surat Edaran SR.03.01/C/2783/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Ebola.
Dalam surat itu dijelaskan, penyakit ebola merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Orthoebolavirus dari famili Filoviridae.
“Terdapat tiga tipe virus yang sering menyebabkan wabah penyakit ebola, seperti Zaire yang disebut Ebola virus (EBOV), Sudan virus (SUDV), dan Bundibugyo virus (BDBV),” mengutip Surat Edaran yang ditandatangani Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni.
Penularan Ebola
Penularan penyakit ebola melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi (setelah penyembelihan, masak, atau konsumsi) maupun melalui kontak dengan cairan tubuh manusia yang terinfeksi atau benda terkontaminasi.
Penularan antar manusia terjadi ketika darah, cairan tubuh atau sekresi lainnya (feses, urine, air liur, cairan semen) dari orang sakit atau meninggal masuk melalui luka terbuka atau selaput lendir. Masa inkubasi penyakit ebola sekitar 2-21 hari, dengan rata-rata 8-10 hari.
Gejala penyakit ebola dapat muncul secara tiba-tiba yaitu demam, kelelahan, malaise, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Gejala dapat disertai muntah, diare, ruam nyeri perut, serta gejala gangguan fungsi ginjal dan hati.
Perdarahan organ eksternal dan/atau internal termasuk melalui muntahan, feses, hidung, gusi, ataupun vagina.
Advertisement
Pertimbangan PHEIC WHO
Pemeriksaan genomik menunjukkan wabah disebabkan BDBV. Pada tanggal 16 Mei 2026, WHO menetapkan wabah penyakit ebola yang disebabkan BDBV di RD Kongo dan Uganda sebagai PHEIC dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. penularan sudah terjadi lintas wilayah termasuk lintas negara (Uganda);
b. terjadi klaster kematian yang tidak biasa serta empat kematian tenaga kesehatan di wilayah terdampak dengan gejala demam berdarah virus (healthcare associated transmission) dan kurangnya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI);
c. masih terdapat ketidakpastian terkait jumlah kasus, luas penyebaran geografis, dan terbatasnya informasi hubungan epidemiologi;
d. positivity rate tinggi, temuan kasus di lintas wilayah, peningkatan tren kasus suspek dan klaster kematian di Provinsi Ituri menunjukkan kemungkinan wabah yang jauh lebih besar dengan risiko penyebaran lokal dan regional yang signifikan;
e. kondisi keamanan tidak stabil, krisis kemanusiaan, mobilitas penduduk yang tinggi, serta banyaknya layanan kesehatan informal semakin memperbesar risiko penyebaran; dan
f. wabah yang terjadi disebabkan BDBV, dimana belum tersedia terapi maupun vaksin spesifik yang telah disetujui.
Indonesia Belum Laporkan Kasus Konfirmasi
Pada negara yang tidak melaporkan wabah seperti Indonesia, WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan internasional.
Hingga saat ini, Indonesia belum melaporkan kasus konfirmasi penyakit ebola. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia memiliki risiko perjalanan dari atau ke negara terjangkit.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4198597/original/009132300_1666304959-AP22292390951496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9208686/original/055525800_1783110573-000_B8VY333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370720/original/047083500_1759567179-Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258039/original/088971800_1781299445-AP26163759108481-Kanada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264340/original/096862300_1782107767-salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Harapan untuk Ebola](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/wF8URfnt7HTBaMSpz-AwATdqsVc=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363781/original/020508200_1758964473-WhatsApp_Image_2025-09-27_at_14.47.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7605258/original/043665800_1780389546-budi_gunadi__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7420141/original/006537300_1780197658-AP_PHotos_tedros.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368926/original/094679100_1679558283-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 7 Hal tentang Ebola yang Mengkhawatirkan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/twPOIRDCvezlEmXRb1Seid_WusM=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539825/original/043946800_1774625222-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_18.36.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6656908/original/016390700_1779486566-kongo.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: AS Lindungi Warganya dari Ebola](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/vD7oLbNjzRCVFbi0p9GqD_hhalY=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084731/original/098964500_1736341604-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_3.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga: 5 Hal Terbaru Ebola](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/508A-VNsw1k5bMsDXkvu06MXF5w=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084740/original/064308700_1736341715-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572082/original/024040800_1777765161-Andi_saguni_imunisasi.jpg)