Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menganggap intoleransi laktosa berarti harus berhenti mengonsumsi susu dan produk olahannya secara total. Padahal, kondisi ini tidak selalu membuat seseorang sama sekali tidak bisa minum susu.
Medical Educator and Influencer, dr. Diana Suganda, menjelaskan bahwa penderita intoleransi laktosa masih dapat mengonsumsi susu dalam jumlah tertentu.
"Intoleransi laktosa sebenarnya bukan berarti kita tidak bisa mengonsumsinya sama sekali. Kadang-kadang kita masih bisa mengonsumsinya dalam jumlah yang sedikit," ujar Diana dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.
Advertisement
Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk turunannya. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi cukup enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa di dalam sistem pencernaan.
Akibatnya, setelah mengonsumsi susu atau makanan yang mengandung laktosa, seseorang dapat mengalami berbagai keluhan seperti perut kembung, begah, mual, nyeri perut, hingga diare.
Menurut Diana, orang dengan intoleransi laktosa tidak selalu harus menghilangkan susu dari pola makan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, konsumsi susu masih bisa dilakukan secara bertahap dan dalam jumlah yang terbatas.
"Kalau saran saya sendiri, kita tetap kasih sedikit-sedikit," katanya.
Pendekatan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana tubuh masih mampu mentoleransi asupan laktosa. Sebab, tingkat sensitivitas terhadap laktosa dapat berbeda pada setiap orang.
Selain itu, apabila gejala yang muncul cukup mengganggu, seseorang juga dapat mempertimbangkan sumber protein lain sebagai alternatif. Diana mengatakan pilihan sumber protein tidak hanya berasal dari susu, tapi juga bisa diperoleh dari berbagai jenis makanan lainnya.
"Misalnya memang ada intoleransi laktosa, kita bisa switch ke sumber yang lain, sumber protein lainnya juga banyak," ujarnya.
Â
Begini Cara Menyiasatinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240344/original/078455400_1748917311-0bdb3a0b-9be0-42a7-8f03-31c6c44ac91f.jpg)
Diana juga menyoroti bahwa gejala intoleransi laktosa terkadang muncul karena frekuensi konsumsi yang terlalu sering.
Sebagai contoh, seseorang yang terbiasa mengonsumsi kopi susu setiap hari mungkin lebih rentan mengalami keluhan pencernaan dibandingkan mereka yang mengonsumsinya sesekali.
"Kadang intoleransi akan lebih muncul jika kita minum kopi susunya tiap hari. Itu baru akan muncul karena terkena frekuensi yang sering,"Â kata Diana.
Oleh sebab itu, salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mengurangi frekuensi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.
Misalnya, jika sebelumnya seseorang mengonsumsi kopi susu setiap hari, frekuensinya bisa dikurangi menjadi satu atau dua kali dalam seminggu. Pada hari lainnya, kopi dapat dinikmati tanpa tambahan susu, seperti americano.
"Kita jarangin saja. Misalnya yang tadinya kopi ada susunya seminggu dua kali dulu deh, di hari yang lain misalnya kopinya americano saja tanpa susu,"Â tambah Diana.
Alih-alih langsung menghentikan konsumsi susu sepenuhnya, penderita intoleransi laktosa dapat mencoba mengatur porsi dan frekuensi konsumsi sesuai kemampuan tubuh masing-masing.
"Namun kita kenalkan sedikit-sedikit dan itu masih aman,"Â pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111250/original/056007200_1738044602-6623342f-b16f-43fa-9ad8-24870e8a0600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262381/original/099496500_1781783759-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_6.52.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893757/original/046700500_1721191568-fotor-ai-20240717111855.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3361036/original/048580800_1611743685-WhatsApp_Image_2021-01-27_at_2.36.22_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146314/original/070878300_1740800751-1f780b64-5f19-46b7-9fb9-206825769dd9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894934/original/050756800_1721286979-WhatsApp_Image_2024-07-18_at_14.06.59__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7415285/original/045333500_1780193340-paru.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161658/original/071707900_1741847303-1741841239600_penyebab-asam-urat-tinggi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2702733/original/009326800_1547351030-20190113-Cek-Darah-CFD-5.jpg)