Selain Intoleransi Laktosa, Ini Alasan Pilih Susu Nabati untuk Campuran Kopi

Ada beberapa alasan seseorang memilih susu nabati untuk campuran kopi. Salah satunya rasa yang unik.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Susu nabati (plant-based milk) semakin sering digunakan sebagai campuran kopi dan berbagai minuman kekinian di kafe. Jika dulu pilihan ini identik dengan konsumen yang mengalami intoleransi laktosa, tapi kini penggunaannya semakin meluas.

Menurut World Barista Champion 2024, Mikael Jasin, susu nabati memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan susu sapi. Mulai dari oat, almond, kedelai, hingga coconut (kelapa). Masing-masing memiliki karakter tersendiri yang dapat memengaruhi rasa akhir minuman.

Keunikan inilah yang membuat susu nabati semakin diminati dalam industri minuman kopi. Berbagai jenis susu nabati dapat dipadukan dengan kopi untuk menghasilkan profil rasa yang berbeda, mulai dari gurih, nutty, hingga sentuhan tropis

"Di Indonesia orang memilih susu nabati bukan hanya karena intoleran laktosa, tetapi juga karena rasanya unik," kata Mikael di Kohi by Omakafe di Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Selain itu, susu nabati juga kerap menjadi pilihan bagi orang-orang yang menjalankan gaya hidup vegan. Pilihan menjadi vegan membuat orang tersebut tidak mengonsumsi susu sapi tapi nabati.

Mikael juga menilai perkembangan tren susu nabati juga membuka peluang kreativitas yang lebih luas bagi pelaku usaha makanan dan minuman. Berbagai menu dapat dikembangkan menggunakan jenis susu nabati yang berbeda sesuai karakter minuman yang ingin ditonjolkan.

Misalnya, coconut milk dapat digunakan untuk menciptakan minuman dengan cita rasa yang gurih, sementara susu oat menjadi salah satu pilihan favorit karena teksturnya yang lembut dan mudah dipadukan dengan kopi.

 

Jenis Susu Nabati Favorit Masyarakat Indonesia

Susu nabati memiliki varian seperti almond, oat, soy, coconut dan macadamia. Diantara lima susu nabati tersebut, oat yang menjadi favorit masyarakat Indonesia seperti disampaikan Regional Director Milklab, Willy Low.

"Di Indonesia, saat ini kita melihat, susu oat masih paling disukai ya. Apalagi susu oat telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dalam minuman yang ada di kafe," tutur Willy di kesempatan yang sama. 

Namun, kini terlihat juga susu nabati almond juga mulai memiliki tempat di hati konsumen kemudian disusul oleh soya atau kedelai. Lalu, Willy juga mengungkapkan konsumen kini juga suka mencoba perpaduan antara rasa dan tekstur sehingga mau mencoba aneka susu nabati jenis lain. 

Di kesempatan itu, Willy mengungkapkan bahwa kini Milklab tengah menggandeng kafe-kafe independen di Jakarta lewat program Cafe Hopping: Sip, Explore and Win.

Lewat program ini konsumen diajak untuk merasakan kreativitas para barista di kafe-kafe yang ada di Jakarta melalui signature beverages yang dibuat dengan menggunakan Milklab. Kohi by Omakafé @ FLOW Coworking Midplaza 1 dan Brown Puck Coffee yang ada di Plaza Indonesia merupakan dua kafe yang turut serta dalam program ini. 

Konsumen dapat mengoleksi stamp setiap membeli minuman signature Milklab atau upgrade dengan susu almond atau oat di kafe partisipan. Bila sudah miliki beberapa stamp, konsumen punya kesempatan mendapat hadiah eksklusif dan merchandise khusus.Â