Beda dengan Kemoterapi, Begini Cara Kerja Imunoterapi pada Kanker Paru

Imunoterapi membantu sistem imun tubuh agar dapat menyerang sel kanker yang bersembunyi dalam tubuh.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Imunoterapi merupakan salah satu metode pengobatan modern untuk pasien kanker paru yang memanfaatkan sistem imun tubuh untuk dan melawan sel kanker.

“Imunoterapi saat ini menjadi perhatian dalam dunia medis karena bekerja dengan cara membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Terapi ini memberikan harapan baru bagi penderita kanker, terutama pada kondis yang sesuai dengan indikasi medis,” kata dokter spesialis penyakit dalam - konsultan hemato onkologi medik RS EMC Alam Sutera & Tangerang, Ryan Ardian Saputra mengutip laman EMC, Senin (1/6/2026).

Dia menambahkan, pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh sebenarnya mampu mendeteksi sel abnormal. Namun, sel kanker memiliki kemampuan untuk menyembunyikan diri dan tidak dapat dikenali oleh sistem imun. Imunoterapi membantu sistem imun tubuh agar dapat menyerang sel kanker tersebut.

Pada kanker paru, beberapa jenis imunoterapi bekerja dengan cara:

  • Menghalangi perlindungan yang digunakan sel kanker untuk menghindari sistem imun
  • Membantu sel imun bekerja lebih aktif
  • Meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh dalam melawan pertumbuhan sel kanker

Lantaran cara kerjanya berbeda dengan kemoterapi, imunoterapi menjadi salah satu pilihan terapi utama pada beberapa jenis kanker paru.

Meski begitu, tidak semua pasien kanker paru dapat menjalani imunoterapi. Dokter akan menentukan terapi berdasarkan:

  • Jenis kanker paru
  • Stadium kanker
  • Kondisi kesehatan pasien
  • Hasil pemeriksaan tertentu
  • Respons terhadap pengobatan sebelumnya.

Karena itu, pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter sangatlah penting dalam menentukan jenis terapi yang sesuai.

Beda Imunoterapi dan Kemoterapi

Kemoterapi bekerja dengan cara menyerang sel kanker secara langsung, sedangkan imunoterapi membantu sistem imun tubuh untuk melawan sel kanker.

Karena memiliki cara kerja yang berbeda, dokter dapat menggunakan imunoterapi atau mengombinasikannya sesuai dengan kondisi pasien.

Pada jenis kanker yang sesuai seperti kanker paru, imunoterapi dapat memiliki kelebihan sebagai berikut:

  • Efektivitas relatif lebih tinggi dibandingkan kemoterapi
  • Efek samping lebih ringan dibandingkan kemoterapi
  • Meningkatkan kualitas hidup pasien.

Efek Samping Imunoterapi

Seperti pengobatan lainnya, imunoterapi juga dapat menimbulkan efek samping. Namun, relatif lebih ringan dibandingkan dengan efek samping kemoterapi

Beberapa efek samping yang dapat terjadi antara lain:

  • Mudah lelah
  • Mual
  • Demam
  • Batuk
  • Ruam kulit
  • Nyeri otot atau sendi
  • Diare.

Pada kondisi tertentu, imunoterapi juga dapat menyebabkan sistem imun menyerang jaringan tubuh normal sehingga memerlukan pengawasan dokter onkologi medik secara rutin.

Semakin cepat kanker paru terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhan. Karena itu, penting untuk mewaspadai gejala seperti:

  • Batuk berkepanjangan
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Batuk berdarah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Jika mengalami keluhan tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.