Mata Melotot atau Terlihat Marah? Bisa Jadi Ada Gangguan Tiroid

Orang yang alami hipertiroid salah satu gejalanya tampak pada mata yang terlihat lebih melotot.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mata yang tampak melotot atau seseorang terlihat seperti sedang marah terus-menerus ternyata tidak selalu berkaitan dengan ekspresi wajah. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan tiroid yang dikenal sebagai thyroid eye disease (TED).

Dokter spesialis mata Tri Wahyu menjelaskan bahwa thyroid eye disease bukan semata-mata disebabkan oleh gangguan hormon, tapi juga melibatkan proses autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid sehingga memicu produksi hormon tiroid berlebih atau hipertiroid.

Seringkali gejala hipertiroid tidak spesifik sehingga banyak pasien tidak menyadari dirinya mengalami gangguan tersebut. Keluhan yang umum muncul antara lain mudah berdebar, tangan gemetar, sering berkeringat terutama pada malam hari, berat badan sulit naik, serta lebih sering buang air besar.

"Kadang pasien tidak sadar bahwa dirinya mengalami hipertiroid karena gejalanya tidak khas. Sering kali kondisi ini baru terdeteksi ketika muncul gangguan pada mata," tutur Tri.

Berdasarkan pengalaman di ruang praktik, ia menuturkan sebagian pasien berkonsultasi ke dokter karena ada keluhan di mata. Misalnya merasa mata melotot atau ada teman yang mengatakan ia seperti marah terus. Kemudian penglihatan menjadi ganda dan susah menutup mata.

"Pasien sering mengeluhkan matanya terlihat seperti marah terus atau penglihatannya menjadi dobel. Padahal sebelumnya bentuk mata dan kelopak mata normal," kata dokter yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah Jakarta ini ditemui di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.

Ternyata setelah diperiksa pasien mengalami thyroid eye disease, suatu kondisi inflamasi dan pembengkakan pada otot ekstraokular, jaringan lemak, dan jaringan ikat di sekitar rongga mata.

 

Angka Kasus

Meski tidak tergolong penyakit yang sering ditemukan, Tri mengatakan thyroid eye disease juga bukan kondisi yang langka. "Dari 100 ribu orang per tahun ada 19 yang mengalami kondisi ini," tutur Tri. 

Ia menyebut sekitar 50 persen pasien hipertiroid akan mengalami gangguan pada mata, sementara sekitar 90 persen penderita thyroid eye disease memiliki kondisi hipertiroid.

Lalu, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit ini. Kasus thyroid eye disease lebih banyak ditemukan pada perempuan berusia di atas 40 tahun dan risikonya sekitar lima kali lebih besar dibandingkan laki-laki.

Selain faktor genetik, stres dan kebiasaan merokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, juga dapat meningkatkan risiko atau memperburuk kondisi thyroid eye disease.

Thyroid Eye Disease Pengaruhi Kualitas Hidup

Gangguan mata akibat hipertiroid tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kualitas hidup penderitanya. Perubahan penampilan pada area mata kerap membuat pasien kehilangan kepercayaan diri, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga mengalami gangguan dalam aktivitas sehari-hari.

"Beberapa pasien sering mengalami kayak dia merasa minder, akhirnya resign dari kantor, jadi lebih menutup diri," tuturnya.

Maka dari itu, dokter spesialis mata Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini meminta untuk tidak mengabaikan perubahan pada mata. Bila dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam segera lakukan pengobatan. Perbaikan dengan konsumsi obat bisa membaik usai mendapatkan "Tiap orang berbeda-beda, kalau ketahuan cepat bisa 6 bulan bisa balik (ke awal) lagi. Memang tidak instan," kata Tri.

Namun, pada kasus hipertiroid yang terlambat diobati, kondisi ini bisa membuat perlengkatan kelopak mata bisa permanen, sehingga mata tampak juling atau terus melotot. Pada kondisi ini, pengobatan perlu dilakukan lalu tindakan operasi pada kelopak mata bisa dilakukan setelah kondisi 'tenang' sekitar dua tahun setelah terapi.