4 Jenis Kanker Tiroid, Ada yang Sangat Agresif meski Jarang

Sekitar 1-2 persen kanker tiroid jenis anaplastik perlu ditangani segera karena punya karakter sangat agresif.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 06:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kanker tiroid adalah kanker yang terjadi ketika sel-sel abnormal pada jaringan tiroid tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas. Kanker ini bisa terjadi pada usia berapapun termasuk anak-anak seperti disampaikan dokter spesialis bedah onkologi Diani Kartika.

"Namun, kasusnya mayoritas terjadi pada usia produktif yakni 50-54 tahun dan kasus pada perempuan lebih banyak dari pria, sekitar empat kali lipat dibandingkan pria," kata Diani dalam temu media bersama Rumah Sakit Pondok Indah - Pondok Indah di Jakarta.

Mengenai jenis, Diani mengungkapkan ada empat jenis kanker tiroid yang umum ditemui yakni:

1. Papiler (Papillary Thyroid Cancer)

Jenis kanker tiroid yang paling umum, menyumbang sekitar 80% dari seluruh kasus kanker tiroid. Memiliki karakteristik pertumbuhan yang lambat dan memiliki peluang kesembuhan yang sangat baik.

2. Folikular (Follicular Thyroid Cancer)

Jenis ini berada di urutan kedua paling umum terjadi setelah papiler, menyumbang sekitar 10-15% dari seluruh kasus kanker tiroid. Karakteristik kanker ini biasanya lebih agresif dari papiler, tetapi masih tergolong curable.

3. Meduler (Medullary Thyroid Cancer)

Kanker ini menyumbang sekitar 5-9% dari seluruh kasus kanker tiroid, berasal dari sel C dan terkait dengan faktor genetik.

4. Anaplastik (Anaplastic Thyroid Cancer)

Kanker ini merupakan jenis yang paling agresif, jarang terjadi dan membutuhkan penanganan segera. Kanker jenis ini paling sulit diobati dibandingkan kanker tiroid lainnya.

"Menyumbang sekitar 1-2% dari seluruh kasus kanker tiroid," kata Diani.

 

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Diani mengungkapkan penyebab kanker tiroid seperti kanker lain, belum diketahui secara pasti. Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tiroid, diantaranya:

  • Paparan radiasi, terutama radiasi pada area kepala dan leher (misalnya dari pengobatan medis di masa kecil). Dampaknya bisa muncul 10 hingga 20 tahun setelah paparan terjadi.
  • Faktor keturunan (genetik). Sekitar 5-10% kasus kanker tiroid berkaitan dengan mutasi genetik yang diturunkan dalam riwayat keluarga.
  • Kekurangan yodium. Tinggal di wilayah dengan asupan yodium rendah dapat memicu pembengkakan (gondok) dan meningkatkan kerentanan folikel tiroid.

Mengenai gejala kanker tiroid, Diani mengungkapkan sering kali tidak khas dan dapat menyerupai kondisi lain yang lebih ringan. Namun, beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:

  • Benjolan di leher yang ikut bergerak saat menelan.
  • Perubahan suara (serak) yang menetap (tanda ganas)
  • Rasa mengganjal atau sulit menelan makanan
  • Sesak napas atau batuk yang tidak kunjung sembuh.

Tak jarang Diani mendapatkan kasus kanker tiroid usai pemeriksaan kesehatan atau medical check-up. Biasanya kanker ukuran sangat kecil atau tahap awal sehingga angka kesembuhan masih tinggi.Â