Didiagnosis Tumor Otak Belum Tentu Harus Operasi

Dokter bedah saraf ungkap keputusan untuk melakukan operasi bergantung pada sejumlah faktor,

Diterbitkan 02 September 2026, 06:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Divonis memiliki tumor otak sering kali dipersepsikan sebagai situasi yang sangat kritis dan menakutkan bagi pasien maupun keluarga. Kondisi tersebut bahkan kerap dianggap sebagai akhir dari segalanya, dengan operasi kepala sebagai satu-satunya pilihan penanganan. Padahal, anggapan itu tidak selalu benar.

Pandangan medis modern melihat tumor otak dengan pendekatan yang lebih beragam. Dokter Spesialis Bedah Saraf MRCCC Siloam Hospitals, Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, SpBS, menegaskan bahwa ditemukannya tumor di otak bukanlah titik akhir bagi pasien.

Menurut dia, diagnosis tersebut justru menjadi awal dari perjalanan pengobatan dengan tujuan yang jelas. Apakah  mengendalikan hingga menghilangkan tumor sekaligus mempertahankan kualitas hidup pasien.

"Namanya perjalanan pasti ada tujuan, ada hasil. Hasilnya adalah bagaimana supaya tumor ini hilang. Jadi tumor di otak itu bisa sembuh,” tutur Made dalam sesi diskusi di acara MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Made mengungkapkan bila menemukan tumor di otak tidak selalu harus dioperasi. "Jadi, operasi itu merupakan pilihan, dan memang merupakan tujuan kita mencari tahu isinya apa, jenisnya apa,” ungkapnya.

Keputusan untuk melakukan operasi bergantung pada sejumlah faktor, termasuk jenis tumor, lokasi, ukuran, serta dampaknya terhadap kondisi pasien. Pembedahan dapat dipertimbangkan ketika tumor menimbulkan tekanan di dalam otak atau terus membesar hingga mengganggu fungsi tubuh.

 

Kapan Tumor Otak Harus Operasi?

Operasi dapat menjadi pilihan ketika tumor menimbulkan tekanan di dalam otak, berukuran besar, mengganggu fungsi tubuh, atau ketika tumor diduga berasal dari jaringan otak itu sendiri dan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenisnya.

Dalam kasus tertentu, dokter dapat melakukan biopsi untuk mengetahui jenis dan karakteristik tumor sebelum menentukan terapi yang paling sesuai.

Menurut Made, salah satu prinsip penting dalam penanganan tumor otak adalah menemukan kondisi tersebut sedini mungkin. Semakin kecil tumor ditemukan, semakin banyak pilihan terapi yang dapat dipertimbangkan dan semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi otak.

Keputusan mengenai penanganan tumor otak tidak semata-mata ditentukan oleh ada atau tidaknya tumor. Dokter perlu mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh melalui diskusi multidisiplin, kemudian menentukan pilihan terapi bersama pasien dan keluarga dengan tetap mengutamakan keselamatan serta kualitas hidup.

“Oleh karena itu, makanya menurut saya, kalau memang ada tumor di dalam otak, kita harus diskusi, kita harus duduk bersama, ini mau diapakan? Tidak mesti harus operasi.”