Pria Usia Produktif Kini Rentan Alami Gangguan Saluran Kemih

Dokter mengungkap alasan pria usia produktif rentan mengalami gangguan saluran kemih.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, dr. Dyandra Parikesit, mengingatkan pola hidup modern yang minim aktivitas fisik, tingkat stres tinggi, serta faktor genetik membuat gangguan saluran kemih kini tidak hanya dialami pria lanjut usia, tapi juga pria di usia produktif.

"Banyak pria mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru memeriksakan diri ketika kondisinya sudah memburuk. Padahal, gangguan urologi bisa terjadi pada usia berapa pun," kata Dyandra dikutip dari Antara pada Selasa, 16 Juni 2026.

Menurutnya, salah satu langkah pencegahan yang penting dilakukan adalah menjalani skrining kesehatan urologi sesuai kelompok usia.

Usia 30 Tahun: Fokus pada Kesehatan Reproduksi

Pada umur 30-an, pria umumnya berada pada puncak masa produktif dan karier. Namun, stres akibat pekerjaan, kebiasaan merokok, serta terlalu banyak duduk dapat meningkatkan risiko gangguan urologi.

Bagi pria yang sedang merencanakan program kehamilan, analisis sperma menjadi pemeriksaan penting untuk menilai jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma.

Selain itu, deteksi dini varikokel juga disarankan. Varikokel merupakan pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis yang menjadi salah satu penyebab infertilitas pria paling sering ditemukan pada usia produktif, tapi kerap tidak disadari.

Usia 45 Tahun ke Atas: Waspadai Gangguan Prostat dan Fungsi Seksual

Memasuki umur 45 tahun, produksi hormon testosteron mulai menurun dan elastisitas jaringan saluran kemih berkurang. Oleh sebab itu, pria perlu melakukan evaluasi fungsi seksual dan skrining gejala awal gangguan prostat.

Disfungsi ereksi juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda adanya kerusakan pembuluh darah yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner, hipertensi, maupun diabetes.

Selain itu, pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala penting dilakukan untuk memantau kadar ureum dan kreatinin. Pemeriksaan ini bertujuan menilai kemampuan ginjal menyaring sisa metabolisme sehingga risiko gagal ginjal dapat terdeteksi lebih dini.

Pria juga perlu memantau gejala berkemih, seperti aliran urine yang melemah, harus mengejan saat buang air kecil, urine menetes setelah selesai berkemih, atau sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.

 

Usia 50 Tahun ke Atas: Pemeriksaan Tahunan Wajib Dilakukan

Pada umur 50 tahun ke atas, pemeriksaan kesehatan saluran kemih sebaiknya dilakukan setiap tahun. Pada fase ini, kelenjar prostat mengalami pertumbuhan sekunder yang dapat meningkatkan risiko gangguan prostat, termasuk keganasan.

Salah satu pemeriksaan yang direkomendasikan adalah tes PSA (Prostate-Specific Antigen), yaitu tes darah untuk mengukur kadar protein yang diproduksi kelenjar prostat. Kadar PSA yang meningkat dapat menjadi tanda awal adanya gangguan prostat, termasuk risiko kanker prostat, bahkan sebelum gejala muncul.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah uroflowmetry, yaitu prosedur noninvasif untuk mengukur volume urine, kecepatan pancaran, dan durasi berkemih. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menilai tingkat sumbatan saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.

"Jangan menunda pemeriksaan urologi hanya karena belum merasakan keluhan yang mengganggu. Skrining sejak dini dapat membantu menjaga fungsi reproduksi, fungsi seksual, dan kesehatan saluran kemih hingga usia lanjut," pungkas Dyandra.