Liputan6.com, Jakarta - Masih banyak masyarakat yang menganggap luka dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, menurut Dokter Spesialis Bedah Umum Mayapada Hospital Bandung, dr. Desi Novianti, Sp.B., jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi luka kronis yang meningkatkan risiko infeksi, kerusakan jaringan, hingga amputasi, terutama pada penderita diabetes dan penyakit penyerta lainnya.
"Pada pasien diabetes dan komorbid lainnya, luka biasa dapat berkembang menjadi luka kronis yang berisiko menyebabkan infeksi berat, kerusakan jaringan, hingga amputasi. Karena itu, masyarakat perlu segera berkonsultasi jika luka tidak kunjung membaik, semakin luas, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi," ujarnya.
Menurut Desi, penanganan luka harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan dan perawatan luka, pengendalian faktor penyebab, edukasi perawatan mandiri, hingga pemantauan proses penyembuhan. Pendekatan ini penting guna mencegah komplikasi, mengurangi risiko luka berulang, sekaligus menekan kemungkinan amputasi.
Advertisement
Senada dengan itu, Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetika Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Hardi Siswo Soedjana, Sp.B.P.R.E., Subsp. EL(K) menjelaskan bahwa penanganan luka kompleks tidak hanya berfokus pada menutup luka.
"Tujuan penanganan juga untuk mempertahankan fungsi serta kualitas jaringan yang terdampak. Melalui pendekatan rekonstruktif yang tepat, termasuk teknik bedah plastik dan regenerasi jaringan sesuai indikasi, kami berupaya mengoptimalkan penyembuhan sekaligus memberikan hasil fungsional dan estetika yang lebih baik bagi pasien,"Â ujarnya.
Â
Mempertahankan Fungsi Anggota Gerak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3607402/original/011097200_1634649253-WhatsApp_Image_2021-10-19_at_17.25.29__1_.jpeg)
Menjawab tantangan tersebut, Mayapada Hospital Bandung menghadirkan Wound Care Center, layanan perawatan luka modern yang menangani berbagai jenis luka secara komprehensif. Layanan ini meliputi penanganan luka diabetes, luka pascaoperasi, luka akibat kanker, hingga perawatan bekas luka seperti keloid, jaringan parut hipertrofik, hiperpigmentasi, serta luka yang memerlukan tindakan estetika.
Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, M.M., mengatakan, keberhasilan penanganan luka tidak hanya diukur dari tertutupnya luka tapi juga dari kemampuan mempertahankan fungsi anggota gerak dan mencegah komplikasi jangka panjang.
"Keberhasilan penanganan luka kronis tidak hanya diukur dari kesembuhan dan tertutupnya luka, tetapi juga dari upaya mempertahankan fungsi organ dan mencegah komplikasi, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan optimal," kata Irwan.
Dia, menambahkan, Wound Care Center mengusung konsep modern wound care dengan pendekatan patient-centered care.
Untuk mendukung layanan tersebut, Mayapada Hospital Bandung bekerja sama dengan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk menghadirkan teknologi Negative Pressure Wound Therapy (NPWT), yaitu terapi noninvasif menggunakan pompa vakum yang membantu mengurangi cairan berlebih pada luka sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530706/original/009647400_1691500098-diana-polekhina-k8lvbvqCc6w-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509879/original/003507300_1771776870-Polisi_mendatangi_lokasi_ledakan_mercon_di_Bantul_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502723/original/042977800_1771035226-luka_baakar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5305125/original/042038400_1754294913-000_SAPA970728696990.jpg)