Prof Dante: Semua Orang Indonesia Punya Gen Diabetes

Simak fakta gen diabetes pada orang Indonesia dan cara menekan risikonya.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI), Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., mengatakan bahwa setiap orang Indonesia memiliki gen diabetes. Artinya, setiap orang memiliki risiko mengalami penyakit tersebut, meski tingkat risikonya berbeda-beda.

"Tidak ada orang Indonesia yang tidak punya gen diabetes. Semua orang Indonesia punya gen diabetes," ujarnya.

Menurut Dante, risiko diabetes dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup. Kabar baiknya, gen diabetes bukan disebabkan oleh satu gen tunggal, melainkan banyak gen (multiple gene), sehingga risikonya masih dapat ditekan melalui pola hidup sehat.

"Untungnya gen diabetes itu bukan single gene, tapi multiple gene. Kombinasi antara gen satu dengan gen yang lainnya, ditambah dengan kombinasi gaya hidup," tambahnya.

Oleh sebab itu, penerapan lifestyle modification atau perubahan gaya hidup sehat menjadi bagian penting dalam pencegahan maupun pengobatan diabetes.

"Lifestyle modification selalu menyertai tata laksana semua obat diabetes pada stadium apa pun. Karena lifestyle modification ini akan memberikan edukasi pada orang-orang yang belum kena diabetes," kata Dante.

Dia juga mengingatkan bahwa kasus diabetes terus meningkat karena faktor genetik yang diwariskan antargenerasi semakin kuat.

Sebagai contoh, jika salah satu orang tua mengidap diabetes, anak memiliki risiko hingga enam kali lebih besar terkena penyakit tersebut.

Risiko itu akan meningkat lebih tinggi jika kedua orang tua sama-sama mengidap diabetes. "Kurvanya enggak linier, tapi eksponensial. Semakin tinggi faktor carrier yang dibawa oleh orang tua kita sebagai gen diabetes, maka semakin tinggi pula risiko diturunkan kepada anaknya," ujarnya.

Meski demikian, memiliki gen diabetes bukan berarti seseorang pasti akan terkena penyakit tersebut sejak usia muda.

 

Contoh Kasus Diabetes di Usia Tua

Dante mencontohkan ada orang yang baru didiagnosis diabetes pada usia 70 s.d 80 tahun karena mampu menjaga pola hidup sehat sehingga kadar gula darah tetap terkendali.

Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat, terutama mereka yang belum menunjukkan gejala diabetes, agar menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.

Menurutnya, kebiasaan seperti rutin berlari, berolahraga, serta menjaga berat badan ideal dapat membantu menurunkan risiko diabetes, meski seseorang memiliki faktor keturunan.

"Karena itu lifestyle modification menjadi sangat perlu, mesti diadakan di semua lini, semua umur, semua kelompok. Makin lama gen diabetes itu semakin rapat, semakin lama orang semakin gampang kena diabetes, terutama yang obesitas," ujarnya.

Dante juga mengingatkan bahwa komplikasi diabetes sebenarnya dapat mulai berkembang sebelum seseorang didiagnosis menderita penyakit tersebut. Hal ini sering berjalan bersamaan dengan faktor risiko lain, seperti kolesterol tinggi dan obesitas.

"Karena itu obesitas menjadi satu faktor yang penting. Kita bisa memilih, apakah akan mengobati obesitas atau terus menghadapi peningkatan diagnosis diabetes," pungkasnya.