Air Putih vs Elektrolit, Mana yang Lebih Dibutuhkan setelah Olahraga?

Ketahui perbedaan air putih dan elektrolit agar tubuh tetap terhidrasi optimal setelah berolahraga.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tahukah kamu bahwa elektrolit memiliki peran penting bagi tubuh, terutama saat ber-olahraga? Sayangnya, kebutuhan ini masih sering diabaikan. Banyak orang menganggap air putih sudah cukup untuk mengembalikan kondisi tubuh dan mencegah dehidrasi setelah beraktivitas fisik. Padahal, saat berkeringat tubuh tidak hanya kehilangan cairan, tetapi juga elektrolit yang dibutuhkan untuk menjaga berbagai fungsi tubuh.

Elektrolit merupakan mineral, seperti natrium, kalium, dan magnesium, yang berperan menjaga keseimbangan cairan, membantu kerja saraf, serta mendukung kontraksi otot. Ketika tubuh aktif bergerak dan mengeluarkan banyak keringat, kadar elektrolit pun ikut berkurang.

Dalam sesi The Power Talk by POWERADE pada Sabtu (4/7/2026), Fitness Coach dan Lifestyle Influencer, Fahmi Qurusy, menjelaskan, kehilangan elektrolit merupakan hal yang wajar saat berolahraga. Oleh sebab itu, mengandalkan air putih saja terkadang belum cukup, terutama jika aktivitas fisik dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Menurut Fahmi, memahami kapan tubuh membutuhkan elektrolit bukan hanya penting bagi atlet profesional tapi juga bagi siapa saja yang ingin berolahraga dengan lebih aman, nyaman, dan optimal.

"Fungsi elektrolit bukan cuma saat kita olahraga, tapi menjaga stabilisasi badan agar tidak gampang malas, capek, atau keram," ujar Fahmi.

Dia, menambahkan, air putih tetap penting untuk menjaga hidrasi tubuh. Namun, air putih tidak mengandung elektrolit dalam jumlah yang cukup untuk menggantikan mineral yang hilang melalui keringat.

Air Putih Saja Belum Selalu Cukup

Saat berolahraga, tubuh kehilangan cairan sekaligus elektrolit. Jika yang diganti hanya air putih, kadar elektrolit dalam tubuh bisa tetap rendah. Akibatnya, seseorang masih dapat merasa haus, mudah lelah, bahkan mengalami penurunan performa fisik.

Frontline Marketing and Franchise Operation Coca-Cola Indonesia, Chintamy Ruliana Dewi, menjelaskan, minuman pengganti elektrolit idealnya mengandung natrium (sodium), kalium, dan klorida dalam komposisi yang tepat.

Menurutnya, ketika kebutuhan elektrolit terpenuhi, proses pemulihan tubuh dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, tubuh memiliki energi yang lebih baik dan otak lebih mudah menjaga fokus dibandingkan jika hanya mengonsumsi air mineral.

Hidrasi Elektrolit Bukan Hanya untuk Atlet

Jangan menunggu hingga rasa haus muncul untuk mulai memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jika kamu merasa lemas atau pusing meski sudah minum cukup air putih, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal kekurangan elektrolit.

Kebutuhan elektrolit tidak hanya dimiliki oleh atlet atau orang yang rutin berolahraga. Mereka yang memiliki mobilitas tinggi, sering berpindah tempat, bekerja di luar ruangan, atau bahkan duduk dalam waktu lama di depan komputer tetap membutuhkan keseimbangan cairan dan elektrolit agar tubuh dapat berfungsi dengan optimal.