Katarak Bisa Datang Sebelum Tua, Diabetes Tak Terkontrol hingga Steroid Bisa Jadi Pemicu

Proses penuaan menjadi faktor utama katarak. Namun, ada sejumlah faktor lain turut berpotensi menyebabkan katarak datang lebih awal.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Katarak selama ini kerap dianggap sebagai gangguan penglihatan yang hanya berkaitan dengan proses penuaan. Meski begitu, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kekeruhan pada lensa mata.

“Faktor risiko tertinggi adalah penuaan. Namun, ada faktor-faktor risiko lain yang bisa mempercepat terjadinya katarak,” tutur dokter spesialis mata, Milzan Murtadha.

Milzan menjelaskan beberapa faktor yang dapat mempercepat munculnya katarak diantaranya dari kondisi kesehatan, penggunaan obat tertentu, paparan lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari. Akibatnya, katarak juga dapat ditemukan pada orang yang usianya belum lanjut usia.

Salah satu faktor yang cukup sering berkaitan dengan katarak adalah diabetes atau penyakit gula. Kondisi tersebut dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk mata, sehingga perlu dikontrol untuk menjaga kesehatan penglihatan.

Selain diabetes, penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa resep atau pengawasan dokter juga perlu dihindari. Penggunaan steroid dalam kondisi tertentu memang dapat menjadi bagian dari pengobatan, tetapi pemakaiannya tidak sebaiknya dilakukan secara sembarangan.

"Contoh faktor risiko yang lain itu biasanya suka pakai obat steroid. Jangan suka steroid sendiri, itu bisa berisiko katarak," ujar Milzan dalam ‘Media Briefing JEC Eye Hospitals & Clinics Perihal: Dari Clear Vision Menuju Quality of Vision, Memahami Perkembangan Penanganan Katarak’, pada Rabu (30/9/2026).

Maka dari itu, ia mengingatkan penggunaan obat mata, terutama yang mengandung steroid, sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter.

Paparan Sinar UV dan Kebiasaan Merokok

 

Selain kondisi kesehatan, faktor lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan lensa mata. Salah satunya adalah paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dalam jangka panjang.

Milzan menyampaikan, radiasi UV dapat merusak sel tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya katarak. Karena itu, paparan sinar matahari yang berlebihan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan mata.

"Sinar UV itu bisa mempercepat penuaan. Karena dia radiasi ya, jadi dia akan memang merusak semua sel di tubuh kita. Jadi, kalau misalnya sering terkena UV, itu pasti bisa mempercepat untuk risiko kataraknya," jelasnya.

Sementara itu, kebiasaan merokok juga menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Menurutnya, rokok dapat memicu terbentuknya radikal bebas yang berpengaruh terhadap tubuh, termasuk mata.

"Untuk merokok, sama. Merokok itu kan sangat bahaya untuk tubuh kita, bikin radikal bebas, nah itu yang biasanya menyebabkan kataraknya," tambah Milzan.

 

Mata Minus Tinggi Juga Perlu Diperhatikan

Kondisi mata tertentu juga dapat berkaitan dengan munculnya katarak pada usia yang lebih muda. Salah satunya adalah high myopia atau mata minus tinggi, yang menurut Milzan dapat meningkatkan risiko katarak lebih cepat dibandingkan orang dengan kondisi mata normal.

"Jadi memang untuk orang minus yang lebih tinggi itu risiko kataraknya lebih cepat, nggak pasti, juga tapi bisa lebih cepat,”

Ia menambahkan, usia sekitar 65 tahun merupakan gambaran umum munculnya katarak, meski tidak berlaku sebagai patokan pasti bagi setiap orang. Pada pemilik high myopia, risiko katarak dapat muncul lebih cepat, bahkan sebelum usia 60 tahun.

“Kita kalau ngomongin standar usia katarak orang normal itu 65, belum pasti, ada plus minus. Tapi, kalau misalnya dia high (minus tinggi), biasanya bisa di bawah 60 ," ujarnya.

Dengan demikian, faktor usia yang semakin menua masih memegang tempat tertinggi risiko katarak. Namun, kondisi mata dan faktor kesehatan lainnya juga tetap perlu menjadi perhatian.