Bukan Calistung, Ini yang Dianggap Tasya Kamila Lebih Penting untuk Anak

Tasya Kamila soroti pentingnya aktivitas fisik anak yang lebih utama dibanding fokus calistung.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktris sekaligus penyanyi Tasya Kamila menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam tumbuh kembang anak. Dia, menilai, masih banyak orang tua yang terlalu fokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Padahal, ada aspek lain yang tak kalah penting.

Tasya mengaku pengalaman membesarkan anaknya yang melalui masa toddler di tengah pandemi membuatnya semakin menyadari pentingnya aktivitas fisik harian.

"Ternyata sepenting itu loh aktivitas fisik buat anak-anak. Kadang kita mikir anak-anak itu yang penting bisa langsung bisa calistung. Enggak. Ternyata kalau kurang aktivitas fisik, motorik halusnya pun jadi susah untuk menulis, untuk fokus mungkin ya," ujar Tasya kepada Kesehatan Liputan6.com belum lama ini.

Dia juga mengatakan bahwa pemahamannya semakin diperkuat setelah mendapat masukan dari guru anaknya saat mulai masuk taman kanak-kanak (TK). Dari situ, dia mendapat penjelasan bahwa anak perlu lebih banyak bergerak dan beraktivitas di luar ruangan.

Aktivitas Fisik Bukan Sekadar Bermain

Tasya menegaskan aktivitas fisik bukan hanya soal bermain atau berlari, tapi juga berkaitan dengan perkembangan motorik, kemampuan fokus, hingga kecerdasan anak di masa depan.

Menurutnya, anak yang aktif bergerak akan lebih mudah mengembangkan kemampuan dasar yang menunjang proses belajar, termasuk kesiapan menulis dan konsentrasi di kelas.

Dia juga sempat berkonsultasi mengenai cara terbaik mendukung tumbuh kembang anak, termasuk tinggi badan dan daya tahan tubuh.

Dari berbagai diskusi itu, dia menyimpulkan bahwa nutrisi dan tidur cukup saja tidak cukup tanpa aktivitas fisik yang memadai.

"Enggak cuma nutrisi dan juga tidur yang cukup aja, tapi aktivitas fisik juga itu sangat diperlukan," kata Tasya.

 

Bisa Hingga 5 Jam Aktivitas Fisik

Tasya menyebut anak idealnya memiliki waktu aktivitas fisik yang cukup panjang setiap hari. Aktivitas ini bisa berupa bermain aktif, berlari, hingga berbagai kegiatan yang melibatkan gerakan tubuh.

"Sehari tuh mungkin bisa sampai 5 jam gitu. Jadi, lari-lariannya termasuk ya. Jadi kan enggak cuma mager doang, ya," katanya.

Dia, menambahkan, waktu anak tidak hanya dihabiskan di sekolah, tapi juga saat pulang sekolah dan waktu bermain di rumah perlu tetap diisi dengan aktivitas fisik.

"Di sekolah sudah berapa jam, kemudian setelah pulang sekolah, dan habis itu waktu bermainnya pun juga kita banyakin yang aktivitas fisik gitu," tambahnya.

Lebih lanjut, Tasya menjelaskan bahwa aktivitas fisik memiliki dampak langsung terhadap perkembangan otak anak, mulai dari kemampuan fokus, perkembangan kognitif, hingga kecerdasan jangka panjang.

Dia, menegaskan, tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik sejak dini, tetapi juga keseimbangan antara nutrisi, istirahat, dan aktivitas fisik.

"Jadi sepenting itu menurut aku sih olahraga," ujarnya.

"Karena aku sudah tahu ternyata aktivitas fisik itu mendukung juga fokusnya dia, mendukung dia untuk tumbuh juga, mendukung dia untuk nanti ke depannya kecerdasannya seperti apa. Itu tergantung dengan aktivitas fisiknya juga," tambah Tasya.

Tasya berharap orang tua lebih sadar pentingnya memberi ruang gerak bagi anak. Aktivitas sederhana seperti bermain di luar rumah, berlari, atau olahraga ringan dapat memberikan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak.

"Makanya itu harus sediakan nutrisi dan energi yang tercukupi buat anak-anak supaya mereka bisa melakukan aktivitas fisik, bisa olahraga, bisa bermain dan tumbuh dengan sehat," pungkasnya.

Â