Liputan6.com, Jakarta - Elektrolit adalah mineral dalam tubuh yang punya muatan listrik, seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Fungsinya amat penting karena membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, kerja otot, saraf, sampai tekanan darah.
Tubuh biasanya kehilangan elektrolit saat berkeringat banyak, muntah, diare, atau demam tinggi. Makanya, saat kondisi seperti itu terjadi, tubuh memang perlu mengganti cairan dan mineral yang hilang supaya tidak lemas atau dehidrasi.
Jika kadar elektrolit dalam tubuh terlalu rendah, gejalanya bisa berupa cepat lelah, pusing, otot kram, bahkan tubuh terasa lemas.
Advertisement
Kini, kandungan elektrolit kerap ditawarkan dalam bentuk minuman. Produk seperti ini kian banyak dan mudah didapat. Lantas, apakah mengonsumsi minuman elektrolit setiap hari baik untuk tubuh?
"Nggak semua kondisi membutuhkan minuman elektrolit tambahan. Dalam aktivitas sehari-hari yang normal, tubuh sebenarnya sudah cukup terbantu dengan air putih dan pola makan yang seimbang," kata dokter spesialis gizi klinik RS EMC Pulomas, Paulina Toding, mengutip laman EMC pada Jumat (26/6/2026).
Paulina, menambahkan, minuman elektrolit biasanya lebih dibutuhkan saat:
- olahraga berat dalam waktu lama
- banyak berkeringat karena cuaca panas
- diare atau muntah terus-menerus
- demam tinggi.
Di kondisi-kondisi itu, tubuh kehilangan cairan dan mineral lebih banyak dari biasanya, jadi minuman elektrolit bisa membantu proses pemulihan lebih cepat. Namun, jika aktivitas harian tergolong biasa seperti sekolah, kerja, olahraga ringan, atau aktivitas biasa lainnya, air putih sebenarnya sudah cukup untuk menjaga hidrasi tubuh.
Dampak Konsumsi Minuman Elektrolit Berlebih
Banyak orang mengira karena ada kata ‘elektrolit’ berarti minuman ini pasti selalu sehat. Padahal, kalau dikonsumsi terus-menerus tanpa kebutuhan khusus, justru bisa jadi berlebihan.
Salah satu yang paling sering jadi masalah adalah kadar natrium atau garam yang terlalu tinggi. Kalau terlalu banyak, tubuh malah bisa mengalami ketidakseimbangan cairan dan tekanan darah ikut naik.
Selain itu, beberapa minuman elektrolit juga mengandung gula cukup tinggi. Kalau diminum rutin setiap hari, apalagi tanpa aktivitas berat, asupan gula harian bisa ikut meningkat tanpa disadari.
Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih tentu tidak bagus untuk kesehatan karena bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.
Kelebihan elektrolit tertentu seperti kalium juga bisa berbahaya, terutama untuk orang yang punya masalah ginjal. Tubuh jadi kesulitan membuang mineral berlebih sehingga kerja ginjal semakin berat.
Beberapa orang juga bisa mengalami efek seperti:
- perut terasa kembung
- mual
- diare
- kram perut
- rasa haus berlebihan.
“Apalagi kalau minuman elektrolit dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi kebutuhan tubuh yang jelas.”
Advertisement
Sesuaikan dengan Kebutuhan
Jadi, sambung Paulina, konsumsi elektrolit perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. "Jawabannya sebenarnya tergantung kondisi tubuh dan aktivitas masing-masing. Tapi untuk kebanyakan orang dengan aktivitas normal, minuman elektrolit bukan sesuatu yang wajib diminum setiap hari," ujarnya.
Tubuh manusia pada dasarnya sudah punya sistem alami untuk menjaga keseimbangan cairan dan mineral, selama kebutuhan makan dan minum terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itu, air putih tetap jadi pilihan utama untuk hidrasi harian.
Minuman elektrolit lebih cocok dipakai saat tubuh memang kehilangan cairan dalam jumlah besar, bukan sebagai pengganti air putih setiap hari.
Jika memang merasa perlu minum elektrolit, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan, yakni:
- pilih produk yang gulanya lebih rendah
- cek kandungan natrium dan mineralnya
- jangan langsung menganggap semua minuman elektrolit pasti sehat
- konsumsi seperlunya, bukan karena ikut tren
- tetap utamakan air putih untuk kebutuhan harian.
"Yang paling penting sebenarnya bukan ikut tren minuman tertentu, tapi memahami apa yang memang dibutuhkan tubuh."
Dia menyimpulkan, minuman elektrolit memang bermanfaat dalam kondisi tertentu, terutama saat tubuh kehilangan banyak cairan dan mineral. Tapi bukan berarti harus diminum setiap hari.
Jika tubuh dalam kondisi normal dan aktivitas juga biasa saja, air putih sebenarnya sudah cukup untuk menjaga hidrasi. Konsumsi elektrolit berlebihan justru bisa menimbulkan masalah, mulai dari terlalu banyak gula, tekanan darah naik, sampai gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh.
"Jadi, bukan soal minuman mana yang paling sehat, tapi soal kapan tubuh benar-benar membutuhkannya," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530273/original/089288500_1782462454-elektrolit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)