Kenalkan Maraton pada Anak, Ini Jarak dan Rute yang Aman

Orang tua perlu tahu jarak aman maraton anak dan cara memperkenalkannya dengan tepat.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga lari, termasuk maraton, tengah digandrungi banyak orang. Tak jarang, orang tua yang gemar ikut lomba lari ingin turut mendaftarkan buah hatinya. Melihat antusiasme tersebut, penyelenggara maraton kian berinovasi dengan membuka lomba khusus untuk kategori anak.

Maraton dengan jarak dan lintasan yang sudah disesuaikan dapat menjadi sarana yang baik untuk kesehatan anak sekaligus mengenalkan mereka pada suasana kompetisi.

"Untuk anak-anak atau kategori kids itu jaraknya hanya dua kilo, ada juga yang dua setengah kilo. Ini sangat disarankan karena dengan kategori ini kita membangun dan memperkenalkan anak-anak untuk melakukan kompetisi," kata Official Coach Herbalife Run, Andre Caprina kepada Kesehatan Liputan6.com saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.

"Jaraknya sudah disesuaikan dan untuk rutenya sendiri kita hanya lurus dari poin A finish di poin B jadi mereka tidak perlu memikirkan rute putar balik atau pun rute yang muter-muter ke segala arah," tambahnya.

Pengenalan maraton pada anak dapat dimulai saat usia enam tahun. Dan kategori anak biasanya dibuka untuk anak usia enam hingga 12 tahun.

Guna memastikan anak tetap aman selama maraton, orang tua perlu menyiapkan beberapa hal. Salah satunya membimbing dan membersamai anak mulai dari proses latihan.

"Untuk anak-anak yang mengikuti kategori kids, pastikan mereka sudah melakukan latihan. Dan kita juga harus memberi tahu kepada anak-anak bahwa mereka harus mengikuti perlombaan secara aman. Mereka tidak boleh memaksakan batas kemampuan, cukup lari sesuai kemampuan mereka," ujar Andre.

Tim Medis Harus Tersedia

Dalam setiap ajang maraton, tim medis harus tersedia, tak hanya untuk anak tapi juga untuk peserta lain secara umum. Tim medis dapat disiagakan di setiap jarak lima kilo.

"Ada juga tim medis yang mobile, medis ini akan memfasilitasi orang-orang yang terkena cedera atau pingsan di antara jarak lima kilo medis A dan medis B," katanya.

Seperti diketahui, dalam ajang lari, kerap ada pelari yang tumbang di tengah lintasan. Bukan tanpa alasan, hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor.

"Biasanya ada orang-orang yang suka overpace, di mana saat start mereka sudah lari sekencang-kencangnya. Sedangkan, jarak yang mereka tempuh itu 10 atau 21 kilo. Sebagai pelari, sebaiknya kita melakukan ritme lari dengan kecepatan yang konstan," kata Andre.

Overpace sejak awal maraton dapat memicu kehabisan gula dalam tubuh sebelum mencapai garis finish. Hal inilah yang memicu black out alias pingsan di tengah maraton.

Tak hanya pingsan, kata Andre, beberapa keluhan lain di tengah maraton juga kerap berupa kram. Ada pula yang kelelahan akibat latihan berlebih sebelum ajang dimulai.

Guna mencegah penurunan gula dan kram saat lari, apakah pelari perlu konsumsi minuman manis? Andre menjelaskan bahwa dalam ajang lari, selalu disediakan minuman di pinggir lintasan. Umumnya, ada dua jenis yakni air mineral dan isotonik.

"Isotonik itu dapat membantu para pelari agar tidak kram selama menempuh jarak yang akan dicapai, contohnya saat mereka menempuh jarak 21 atau 24 kilo. Maka dari itu kami sarankan kepada peserta agar mengonsumsi kedua jenis minuman yang disediakan supaya bisa sampai di garis finish," ujarnya.