Penjelasan Dokter soal Tahi Lalat: Penyebab, Mitos, dan Cara Aman Menghilangkannya

Tahi lalat bukan sekadar tanda lahir! Ini penjelasan dokter soal risiko, mitos, dan cara aman menghilangkannya.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tahi lalat kerap dianggap sekadar tanda lahir biasa. Namun, di balik itu, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa letak tahi lalat bisa membawa makna tertentu, mulai dari keberuntungan hingga nasib seseorang. Lalu, bagaimana sebenarnya penjelasan medis tentang tahi lalat?

Dermatologis dari Jeeva Clinic, dr. FX Clinton, Sp.DVE menegaskan bahwa tahi lalat bukanlah sesuatu yang mistis. Dalam dunia medis, tahi lalat dikenal sebagai nevus, yaitu hasil dari pertumbuhan sel pigmen kulit yang berlebihan.

"Faktanya, tahi lalat itu adalah mutasi dari sel pigmen kulit. Jadi pertumbuhannya berlebihan, dan terbentuklah nevus atau tahi lalat," ujar Clinton dikutip Kesehatan Liputan6.com dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @drclinton_dermskill pada Selasa, 5 Mei 2026.

Meski begitu, Clinton tidak menampik bahwa kepercayaan masyarakat soal arti tahi lalat masih cukup kuat. Banyak orang ingin menghilangkannya karena dianggap tidak membawa keberuntungan atau mengganggu penampilan.

Dari sisi medis, keputusan menghilangkan tahi lalat sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Ada prosedur yang perlu dilalui untuk memastikan kondisi tahi lalat tersebut aman.

Langkah pertama yang disarankan adalah melakukan pemeriksaan dermoskopi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat tanda-tanda keganasan pada tahi lalat.

"Dicek terlebih dahulu apakah tahi lalat itu ada tanda-tanda keganasan atau tidak. Tentunya harus diperiksa oleh dokter kulit," tambahnya.

 

Ketika Tahi Lalat Membesar

Jika tahi lalat menunjukkan pertumbuhan yang cepat atau semakin membesar, tindakan medis seperti eksisi atau pengangkatan bisa menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan hingga ke akar untuk mencegah pertumbuhan ulang.

Namun, kekhawatiran soal bekas luka sering menjadi alasan banyak orang ragu melakukan tindakan ini. Menurut Clinton, perkembangan teknologi medis saat ini sudah memungkinkan hasil yang lebih baik.

"Tidak perlu takut, karena sekarang tekniknya sudah berkembang. Biasanya dilakukan tindakan flap jika lesinya besar," katanya.

 

Teknik Flap untuk Menghilangkan Tahi Lalat

Teknik flap sendiri merupakan metode dengan memindahkan jaringan kulit sehat di sekitar area untuk menutup luka setelah pengangkatan tahi lalat. Cara ini bertujuan mengurangi ketegangan kulit sehingga proses penyembuhan lebih optimal dan bekas luka bisa diminimalkan.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak pada mitos semata. Tahi lalat memang umumnya tidak berbahaya, tapi tetap perlu diwaspadai jika mengalami perubahan bentuk, warna, atau ukuran.

Konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah terbaik untuk memastikan kondisi tahi lalat sekaligus menentukan tindakan yang aman dan sesuai.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Jeeva Clinic (@jeevaclinic.id)