Liputan6.com, Jakarta - World Health Organization (WHO) menyebut virus Andes merupakan strain dari hantavirus yang ditemukan pada wabah di kapal pesiar MV Hondius. Dari delapan kasus yang dilaporkan, lima diantaranya terkonfirmasi hantavirus.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, ada sekitar 40 strain hantavirus di seluruh dunia. Salah satu strain bernama virus Andes.
Virus Andes biasanya ditemukan di Amerika Selatan termasuk sebagian wilayah Argentina, tempat kapal pesiar mewah MV Hondius berangkat.
Advertisement
Strain Andes ini biasanya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Seseorang bisa terinfeksi bila menghirup kuman dari urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang telah terbawa udara.
Pakar penyakit menular dari University of Michigan Health, Amerika Serikat, dokter Emily Abdoler mengatakan Andes adalah satu-satunya strain yang mampu menular antar manusia. Namun, penularan antar manusia bisa terjadi lewat kontak dekat. Termasuk lewat pertukaran air liur dan kontak intim.
Dokter Pablo Vial yang mendalami hantavirus di Institute of Sciences and Innovation in Medicine di Santiago, Chili mengatakan penularan strain Andes antar manusia hanya kecil sekali persentasenya, sekitar 2-5 persen seperti mengutip NBC News, Jumat, 8 Mei 2026.
Sebagian besar kasus penularan virus Andes dari manusia ke manusia biasanya mereka yang tinggal bersama, menjalin hubungan, atau petugas kesehatan yang merawat pasien yang sakit.
Penularan Virus Andes Hantavirus Tak Semudah COVID-19
Hal senada pun diungkapkan ahli epidemiologi penyakit menular WHO, dokter Maria van Kerkhove.
"Dalam wabah sebelumnya, ada penularan dari manusia ke manusia, terutama di antara kontak dekat yang memberikan perawatan klinis atau orang-orang yang telah melakukan kontak fisik dekat,” kata Maria.
"Jadi, ini bukan COVID-19. Ini bukan influenza. Andes virus ini menyebar dengan cara sangat berbeda, sangat berbeda," katanya.
Advertisement
Angka Kematian Hantavirus Tinggi, Capai 40 Persen
Infeksi hantavirus tergolong jarang terjadi tapi tingkat kematiannya bisa mencapai 40 persen. Angka kematian tinggi karena karena virus ini menyerang organ-organ vital seperti paru-paru dan ginjal yang berperan penting bagi kelangsungan hidup.
Vial mengatakan, berdasarkan pengalamannya menangani pasien, strain Andes lebih sering menyerang pria muda yang sebelumnya sehat, terutama mereka yang berusia sekitar 30-an tahun.
Namun, tidak semua orang akan mengalami kondisi berat ketika terinfeksi virus ini. Sekitar 40 persen pasien mengalami infeksi ringan, sementara 60 persen lainnya berat yang dikenal sebagai sindrom kardiopulmoner. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal napas hingga syok kardiovaskular.
Secara keseluruhan, sekitar 30-40 persen pasien meninggal dunia, kata Vial.
Gejala Virus Andes Hantavirus
Seseorang yang terinfeksi virus Andes hantavirus pada awalnya tidak terdeteksi karena gejala samar.
“Seringkali dimulai dengan gejala yang tidak spesifik, artinya gejala tersebut dapat dialami orang dengan berbagai jenis infeksi dan penyakit, seperti sakit kepala, nyeri otot, sakit perut,” kata Abdoler.
Gejala ini cenderung terjadi dalam satu hingga tiga hari setelah timbulnya gejala.
Kemudian dapat berkembang ke tahap yang lebih kritis di mana mulai mengalami masalah pernapasan serta kolaps jantung.
“Ini menyebabkan kolaps pada sistem tubuh yang penting untuk bertahan hidup setiap detiknya.”
Vial mengatakan beberapa pasien dengan strain Andes dapat memburuk dalam hitungan jam. Untuk diketahui efek virus Andes hantavirus di Belahan Bumi Barat, cenderung menyebabkan sindrom paru hantavirus yang dapat menyebabkan sesak napas dan batuk, dan pada akhirnya dapat menyebabkan gagal napas.
Sementara itu, strain Andes di Eropa dan Asia dapat menyebabkan hemorrhagic fever with renal syndrome, yang membuat terjadi perdarahan internal dan berujung gagal ginjal.
Advertisement
Pengobatan Hantavirus
Abdoler mengatakan tidak ada pengobatan khusus atau spesifik pada pasien hantavirus. Pengobatan hantavirus bersifat suportif. Misalnya bila pasien demam diberikan obat demam atau cairan infus untuk membantu dehidrasi.
Pasien terkadang memerlukan ventilator untuk mendukung pernapasan, atau bahkan menggunakan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO), sebuah mesin untuk membantu jantung dan ginjal yang bermasalah.
“Itu perawatan suportif, yaitu mendukung oksigenasi dan mendukung sirkulasi,” kata Abdoler.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575363/original/098558300_1778046152-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5259084/original/093766300_1750410736-Tikus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580418/original/082850300_1778125612-joshua-j-cotten-QxW15BmJxOQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5320504/original/016410300_1755596944-cute-rat-swimming.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579808/original/071698300_1778075971-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5579515/original/071491800_1778054130-terjebak-di-laut-kapal-wabah-mematikan-ditolak-merapat-ke-pelabuhan-170b3e.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 5 Hal tentang Hantavirus di Kapal Pesiar](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/MwVYjLpT6BXZx8brpUw3-BlkvYA=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533468/original/037178300_1773738302-Tjandra_Yoga_Aditama.jpg)