Dokter Jelaskan Penyebab Anak Mudah Rewel dan Nafsu Makan Turun

Anak rewel dan nafsu makan turun sering dianggap biasa, dokter ungkap penyebab yang jarang disadari orang tua.

Diterbitkan 01 Juni 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masalah anak yang mudah rewel hingga mengalami penurunan nafsu makan sering kali dianggap sebagai hal yang wajar oleh orang tua. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan saluran cerna yang tidak boleh diabaikan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua, menjelaskan, saluran cerna anak memiliki peran yang jauh lebih kompleks daripada sekadar organ pencernaan. Sistem ini terus berkembang dan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan mikrobiota usus.

"Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari," katanya.

Dia, menambahkan, ketika keseimbangan mikrobiota usus terganggu sejak dini, dampaknya tidak hanya terjadi pada sistem pencernaan, tapi juga dapat memicu gangguan berulang yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.

Gangguan pada saluran cerna anak sering kali tidak langsung terlihat sebagai masalah medis yang serius. Justru, tanda-tandanya kerap muncul melalui perubahan perilaku sehari-hari.

Beberapa gejala yang umum terlihat antara lain anak menjadi lebih mudah rewel, tampak tidak nyaman, hingga mengalami penurunan nafsu makan atau low appetite.

Dalam beberapa kasus, kata Ariani, anak juga terlihat kurang bersemangat (not in a good mood) tanpa alasan yang jelas.

Kondisi ini sering membuat orang tua bingung karena dianggap hanya sebagai perubahan emosi biasa. Namun, menurut Ariani, hal tersebut bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan pada sistem pencernaan.

"Ketika kesehatan saluran cerna anak terganggu, dampaknya kerap terlihat dalam keseharian. Anak dapat menjadi kurang nafsu makan, lebih rewel atau tidak nyaman, hingga pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal," ujarnya.

 

Kompleksnya Saluran Cerna Anak

Saluran cerna anak juga memiliki periode penting yang disebut critical window, yaitu masa awal kehidupan ketika mikrobiota usus sedang berkembang dan sangat sensitif terhadap perubahan pola makan maupun lingkungan.

Pada fase ini, ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Akibatnya, anak berisiko mengalami gangguan pencernaan berulang yang dapat berdampak pada pertumbuhan.

Selain itu, mikrobiota usus juga berperan dalam menjaga kenyamanan tubuh anak secara keseluruhan. Jika keseimbangannya terganggu, anak tidak hanya mengalami gangguan pencernaan, tetapi juga perubahan energi dan suasana hati.

Sementara itu, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menekankan pentingnya literasi kesehatan saluran cerna bagi orang tua.

Dia menyebut banyak kasus anak kurang nafsu makan atau tidak nyaman yang ternyata berkaitan dengan masalah pencernaan yang tidak disadari. "Melalui edukasi berbasis sains dan inovasi digital seperti AI Poop Tracker, kami berupaya membantu orang tua memantau kesehatan saluran cerna anak lebih mudah dan tepat," ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan membantu orang tua mengambil langkah lebih cepat untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.