Tak Semua Bintitan Sama, Kenali Jenisnya

Benjolan di area dekat mata selalu disebut bintitan oleh masyarakat awam. Faktanya posisi dan penyebab benjolan di area mata memiliki istilah berbeda.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menyebut benjolan di area mata sebagai bintitan. Secara medis, posisi dan penyebab benjolan di kelopak mata memiliki istilah berbeda.

"Untuk awam, di mana pun posisinya disebut bintitan. Mau di tepi kelopak mata atau sedikit di atasnya lagi tetap disebut bintitan. Tapi sebenarnya ini adalah dua kondisi yang berbeda, yaitu hordeolum dan kalazion," kata dokter spesialis mata Tri Wahyu dalam temu media di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026. 

Tri menjelaskan benjolan yang muncul di dekat atau di folikel bulu mata disebut dengan hordeolum. Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan disertai nyeri. "Penyebabnya infeksi bakteri," kata Tri. 

Paparan debu saat beraktivitas di luar ruangan atau saat berkendara dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

"Debu-debu itu akan menyebabkan penyumbatan pada kelenjar yang ada di tepi kelopak mata. Sumbatan ini akhirnya terinfeksi dan terjadilah bintitan tipe hordeolum," katanya.

Karena melibatkan proses infeksi, hordeolum biasanya ditangani dengan antibiotik. Pastikan berkonsultasi dengan dokter terkait hal ini. 

Sementara itu, bila ada benjolan berada jauh di atas tepi kelopak mata disebut dengan kalazion. Kondisi ini terjadi akibat sumbatan pada kelenjar meibom, yaitu kelenjar minyak yang berfungsi melumasi permukaan mata. Ketika saluran kelenjar tersumbat, minyak tidak dapat keluar dengan baik dan lama-kelamaan membentuk benjolan pada kelopak mata.

"Kalazion ini murni kondisi sumbatan pada kelenjar minyak yang berfungsi untuk melumasi bola mata," ujar dokter yang praktik di RSPI Puri Indah Jakarta ini. 

Berbeda dengan hordeolum, kalazion tidak selalu disertai infeksi. Karena itu, penanganannya pun sedikit berbeda.

Menurut Tri, kalazion umumnya cukup responsif terhadap kompres hangat dan pijatan ringan pada kelopak mata untuk membantu melancarkan saluran kelenjar yang tersumbat.

 

Kapan Perlu Tindakan Operasi?

Tri mengatakan baik hordeolum maupun kalazion dapat membaik dengan pengobatan yang tepat. Namun pada beberapa kasus, benjolan dapat membesar atau tidak kunjung hilang sehingga memerlukan tindakan operasi.

"Ketika benjolannya besar atau tidak membaik, keduanya bisa dilakukan tindakan untuk mengeluarkan isinya," kata Tri.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan area mata dan melindungi mata dari paparan debu saat beraktivitas di luar ruangan guna membantu mengurangi risiko terjadinya bintitan.

Selain itu, jika benjolan terus berulang di lokasi yang sama atau tidak membaik setelah pengobatan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mata untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.        

  Â