Hipertensi Tak Terkontrol Diam-Diam Rusak Ginjal

Selain jantung, organ satu ini juga bisa kena dampak dari hipertensi yang tak terkontrol.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta -  Hipertensi atau tekanan darah tinggi tak terkontrol dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Termasuk ke ginjal dan jantung. 

Dokter spesialis penyakit dalam Anindia Larasati mengungkapkan tekanan darah yang cenderung tinggi secara terus menerus membuat pembuluh darah di ginjal menjadi kaku dan keras. Hal ini yang bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal. 

Lebih lanjut, Anindia mengatakan tekanan darah tinggi tidak terkontrol dalam waktu lama dapat menyebabkan pembuluh darah di jantung mengalami kekakuan. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Pada penderita hipertensi yang masih muda, risiko komplikasi bisa muncul dalam waktu 20 tahun sampai 25 tahun.

"Komplikasinya mungkin baru akan dijumpai jangka panjang, bisa 20-25 tahun ke depan bila tekanan darah tidak terkontrol," kata Anindia mengutip Antara. 

Pada orang muda, gejala hipertensi kadang tidak bisa dikenali lantaran pembuluh darahnya masih elastis. Gejala hipertensi pada orang muda mungkin baru terasa ketika tekanan darah sudah terlalu tinggi. Padahal seseorang dikatakan mengalami hipertensi kalau tekanan darahnya secara konsisten 140/90 mmHg atau lebih tinggi. 

"Gejala yang muncul mungkin seperti nyeri kepala, pusing yang tidak hilang dengan obat penghilang sakit kepala, mual, atau sampai muntah," kata Anindia.

 

Penyebab Hipertensi

Mengenai penyebab, Anindia mengatakan bahwa hipertensi merupakan penyakit multifaktorial alias ada banyak faktor. Termasuk diantaranya gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak berolahraga, makan makanan yang tidak sehat, hingga faktor genetik. 

Meski ayah atau ibu memiliki riwayat hipertensi, Anindia mengatakan orang tersebut bisa berupaya mencegah atau meminimalkan risiko dengan menerapkan gaya hidup sehat.

"Kalau anaknya rajin berolahraga, diet rendah garam, menjaga berat badan, tidak merokok, maka masih ada kemungkinan bahwa anaknya tidak akan menderita hipertensi walaupun mungkin pada orangtua menderita hipertensi," kata Anindia. 

Â