Menkes Beberkan Cara Cegah Stroke dan Penyakit Jantung Sejak Dini

Menkes ungkap cara mencegah stroke dan penyakit jantung sejak dini lewat pemeriksaan rutin.

Diterbitkan 27 Juni 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Menurutnya, stroke dan penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini dan pengendalian faktor risiko.

Pesan tersebut disampaikan Menkes saat menghadiri Launching Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Polri dan Bakti Kesehatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Lemdiklat Polri, Jakarta, belum lama ini.

Budi menegaskan bahwa masyarakat perlu memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini.

"Penyakit seperti stroke, jantung, dan ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden Prabowo harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Budi dikutip dari kemkes.go.id.

Guna mencegah stroke dan penyakit jantung, Menkes mengimbau masyarakat rutin memantau empat indikator kesehatan utama, yaitu tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan.

Menurutnya, tekanan darah ideal berada di bawah 120/80 mmHg, kadar gula darah tidak melebihi 200 mg/dL, dan kadar kolesterol dijaga di bawah 200 mg/dL. Selain itu, menjaga berat badan tetap ideal juga penting untuk menekan risiko berbagai penyakit kronis.

Budi, menjelaskan, banyak orang tidak menyadari kondisi kesehatannya mulai memburuk karena penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, penyakit baru diketahui setelah memicu komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung.

Menkes menekankan bahwa hasil pemeriksaan yang menunjukkan angka di atas normal tidak boleh dianggap sepele, meski seseorang merasa sehat.

"Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan angka di atas normal, jangan dianggap enteng meskipun merasa sehat. Segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang sudah dibangun oleh Polri untuk mendapatkan penanganan," tambahnya.

Lebih lanjut Menkes mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat dan sulit ditangani.

 

Polri Berikan Lebih dari 664 Ribu Layanan Kesehatan

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Bakti Kesehatan Polri 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sejak 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Program tersebut melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan dan telah memberikan lebih dari 664 ribu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum dan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, pemeriksaan laboratorium, skrining stunting, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pelayanan tuberkulosis (TB).

Melalui program Cek Kesehatan Gratis dan berbagai layanan kesehatan tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit semakin meningkat.

Dengan rutin memantau tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan, risiko stroke serta penyakit jantung dapat ditekan sejak dini.