Indonesia Bisa Lakukan Transplantasi Ginjal Robotik, Ini Keunggulannya

Pada Jumat, 5 Juni 2026 merupakan kali pertama transplantasi ginjal dengan teknologi robotik dilakukan di Indonesia.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim dokter Indonesia kini sudah bisa melakukan transplantasi ginjal dibantu teknologi robotik. Dibandingkan operasi konvensional, prosedur ini menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari sayatan yang lebih kecil, risiko perdarahan yang lebih rendah, hingga potensi pemulihan yang lebih cepat bagi pasien.

Transplantasi ginjal dengan teknologi robotik pertama di Indonesia dilakukan di Siloam Hospitals Asri pada Jumat, 5 Juni 2026 sore melalui kolaborasi dengan Asan Medical Center, Korea Selatan.

Tindakan tersebut dilakukan oleh tim urologi Siloam Hospitals Asri yang dipimpin Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), bersama dr. G. Reinaldi, Sp.U(K), PhD, dr. Kindy Aulia, Prof. dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U(K), FICRS, PhD, dan dr. Arry Rodjani, Sp.U(K), dengan supervisi langsung dari tim ahli transplantasi dan bedah robotik Asan Medical Center.

Pasien penerima transplantasi merupakan pria berusia 57 yang mengalami penyakit ginjal stadium akhir akibat hipertensi. Pria tersebu mengalami gangguan ginjal sejak Juli 2025 dan sebelumnya menjalani hemodialisis rutin sebanyak dua kali setiap pekan.

Usai transplantasi ginjal, pasien mengalami kondisi yang stabil.  Evaluasi klinis pascaoperasi menunjukkan adanya peningkatan fungsi ginjal, yang ditandai dengan parameter klinis yang sesuai harapan. Selain itu, produksi urin pasien mencapai target yang telah ditetapkan oleh tim medis, yang menjadi salah satu indikator awal keberhasilan fungsi ginjal pascatransplantasi.

Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), mengatakan keberhasilan pelaksanaan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi tim bedah, tetapi juga bagi perkembangan layanan kesehatan nasional.

"Kolaborasi ini bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, terintegrasi, dan dapat diakses oleh masyarakat Indonesia. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan layanan transplantasi ginjal dengan bantuan robot secara lebih luas di Indonesia,” kata Nur Rasyid dalam keterangan tertulis.

 

Keunggulan Transplantasi Ginjal dengan Bedah Robotik

Nur Rasyid mengungkapkan teknologi bedah robotik memiliki beberapa keunggulan dibandingkan operasi konvensional. Sistem ini memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi melalui visualisasi tiga dimensi dan instrumen yang memiliki fleksibilitas lebih baik.

Selain itu, prosedur dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil sehingga dapat mengurangi trauma jaringan, menekan risiko perdarahan selama operasi, mengurangi nyeri pascaoperasi, serta berpotensi mempercepat pemulihan pasien. Teknologi ini juga dinilai memberikan manfaat lebih besar pada pasien dengan obesitas atau diabetes melitus.