Liputan6.com, Jakarta - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak menyoroti maraknya penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Kalimantan Barat (Kalbar) yang kini banyak menyasar anak muda. Fenomena ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga berpotensi memicu persoalan sosial hingga kriminalitas.
Kepala BPOM Pontianak, Hariani, mengatakan, remaja menjadi kelompok paling rentan karena berada pada fase pencarian jati diri dan mudah terpengaruh lingkungan sekitar.
"Remaja ini kan suka coba-coba, mencari jati diri, lalu terpengaruh lingkungan dan teman. Mereka tidak sadar kalau penyalahgunaan obat ini bisa merusak diri sendiri, lingkungan, keluarga, bahkan masa depannya," kata Hariani di sela kegiatan Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu di Pontianak pada Selasa, 12 Mei 2026.
Advertisement
Menurut Hariani, persoalan penyalahgunaan obat-obatan tertentu telah menjadi perhatian nasional. Oleh sebab itu, pada Mei 2026 digelar aksi nasional secara serentak di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan sekaligus edukasi kepada masyarakat.
BPOM menilai penggunaan obat secara berlebihan dan tidak sesuai aturan dapat memicu dampak serius bagi kesehatan. Obat-obatan tersebut kerap dikonsumsi dalam dosis tinggi demi mendapatkan efek tertentu, mulai dari rasa lebih kuat hingga sensasi sementara yang memicu ketergantungan.
"Efeknya memang terasa sementara, tetapi dalam jangka panjang bisa merusak organ tubuh seperti hati dan ginjal," ujar Hariani.
Tak hanya di kalangan remaja, BPOM Pontianak juga menemukan kasus penyalahgunaan obat tertentu banyak terjadi di lingkungan pekerja tambang di Kalbar. Kondisi kerja yang berat disebut membuat para pekerja rentan menjadi target peredaran obat ilegal tersebut.
"Mereka butuh fisik kuat untuk bekerja. Pengedar tahu itu pasar yang gampang dipengaruhi. Efek obat memang membuat badan terasa kuat sementara, tapi akhirnya ketergantungan dan merusak tubuh," katanya.
Data BPOM Pontianak mencatat sepanjang 2026 terdapat 27 kasus penyalahgunaan obat-obatan tertentu di tujuh kabupaten dan kota wilayah kerja BPOM Pontianak. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 17 kasus.
Â
Kasus yang Ditemukan di Pontianak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013641/original/070925900_1732075497-tips-tips-menarik-untuk-remaja.jpg)
Sebagian besar kasus ditemukan di Kota Pontianak. BPOM juga mengungkapkan obat-obatan tersebut umumnya masuk melalui jasa ekspedisi, bukan melalui jalur perbatasan seperti yang selama ini banyak diasumsikan masyarakat.
Selain itu, pelaku penjualan obat-obatan tertentu ternyata banyak berasal dari kalangan anak muda. Mereka dinilai memahami pola konsumsi dan gaya hidup target pasarnya sehingga lebih mudah memasarkan produk tersebut kepada sesama anak muda.
"Yang menjual ini banyak anak muda juga. Mereka tahu pasar anak muda itu seperti apa. Kadang karena faktor ekonomi, tapi mereka tidak berpikir dampaknya bisa merusak konsumennya," ujar Hariani.
BPOM Pontianak menilai persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya lewat penindakan hukum. Peran keluarga, sekolah, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum dinilai sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan obat semakin meluas.
Â
Advertisement
Orang Tua Pantau Aktivitas Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5104115/original/002881500_1737514790-78415d02-ae8c-4da9-a1f1-463fb41dfde2.jpg)
Orang tua juga diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, termasuk lingkungan pergaulan dan kebiasaan penggunaan obat-obatan.
Edukasi di sekolah disebut menjadi langkah penting agar remaja memahami risiko kesehatan dan dampak sosial dari penyalahgunaan obat tertentu.
Selain itu, pengawasan terhadap penjualan obat keras tanpa resep dokter juga perlu diperketat.
BPOM berharap masyarakat semakin sadar bahwa penggunaan obat tidak sesuai aturan bukan solusi untuk meningkatkan stamina ataupun mencari kesenangan sesaat.
"Ini harus jadi perhatian bersama karena dampaknya bukan hanya ke kesehatan individu, tetapi juga bisa memicu masalah sosial dan kriminalitas," pungkas Hariani.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5116972/original/080642500_1738380076-1738376300947_tujuan-penelitian-kenakalan-remaja.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3514141/original/067492100_1626602154-Ilustrasi_vitamin_atau_Obat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258067/original/007020400_1781312688-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_11.27.00_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054682/original/077394700_1734418042-400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244561/original/042428800_1749194595-f340ce6b-659b-44f4-8173-c5158b20b87d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6597344/original/009737600_1779434958-Screenshot_2026-05-22_142749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6564235/original/071524100_1779410709-1779336548186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5354755/original/011988200_1758264370-overhead-view-various-cosmetic-products-green-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568615/original/085776300_1777364793-bpom_kemendukbangga.jpeg)