Studi Soroti Risiko pada Pengguna Ozempic yang Turun Berat Badan

Pengguna Ozempic yang berhasil turun berat badan punya risiko penyakit yang berbeda.

Diterbitkan 21 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengguna obat penurun berat badan GLP-1 seperti Ozempic, Wegovy, Mounjaro, dan Saxenda yang berhasil menurunkan bobotnya ternyata memiliki risiko lebih rendah terkena sejumlah penyakit terkait obesitas. Temuan ini dipresentasikan dalam European Congress on Obesity 2026 oleh tim peneliti yang dipimpin Professor John Wilding dari University of Liverpool.

Penelitian melibatkan 89.718 pasien di Amerika Serikat yang mulai menggunakan terapi GLP-1 antara Januari 2021 hingga Juni 2024.

Peneliti memantau perubahan indeks massa tubuh (BMI) selama satu tahun pertama dan menghubungkannya dengan risiko osteoartritis, penyakit ginjal kronis, obstructive sleep apnea, dan gagal jantung.

Hasilnya, pasien yang berhasil menurunkan BMI minimal 15 persen memiliki risiko osteoartritis 37 persen lebih rendah, penyakit ginjal kronis turun 30 persen, dan obstructive sleep apnea turun hingga 69 persen dibandingkan pasien yang hanya menurunkan BMI kurang dari 5 persen.

"Penurunan berat badan yang lebih besar berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit," ujar Wilding seperti dikutip dari sciencedaily pada Rabu, 20 Mei 2026.

Sebaliknya, pasien yang justru mengalami kenaikan berat badan setelah menggunakan obat GLP-1 memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk. Risiko gagal jantung pada kelompok ini meningkat hingga 69 persen.

Penelitian juga menemukan hampir separuh pasien menghentikan pengobatan dalam satu tahun pertama. Meski begitu, peneliti tetap menilai hasil terapi berdasarkan perubahan berat badan yang terjadi selama penggunaan obat.

Obat GLP-1 kini banyak digunakan untuk mengatasi obesitas dan diabetes tipe 2 karena mampu membantu mengontrol nafsu makan dan gula darah.

Namun, peneliti menegaskan obat ini bukan solusi instan tanpa perubahan gaya hidup. "Temuan ini menyoroti pentingnya mencapai dan mempertahankan penurunan berat badan setelah memulai terapi GLP-1," kata Wilding.

Peneliti menilai keberhasilan menurunkan berat badan dapat membantu menekan risiko berbagai penyakit kronis yang selama ini berkaitan erat dengan obesitas.