4 Langkah Pertolongan Pertama pada Anak yang Patah Tulang

Bukan dibawa ke dukun pijat, dokter ungkap empat langkah pertolongan pertama bila anak patah tulang.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anak dengan rasa ingin tahu yang besar dan gerakan tubuh aktif kerap mengalami jatuh bahkan hingga patah tulang.

Dokter spesialis ortopedi divisi anak, Gabriel Klemens Wienanda mengingatkan, jika anak jatuh dan menunjukkan gejala cedera tulang berat, maka orang tua dapat melakukan langkah pertolongan pertama berikut secara tenang:

  1. Jangan digerakkan: Jangan mencoba meluruskan, menarik, atau mengubah posisi tangan/kaki anak yang tampak bengkok. Pastikan untuk menjaga area cedera agar tidak bergerak.
  2. Pasang penyangga darurat: Gunakan benda yang kaku dan lurus, seperti papan kayu, penggaris panjang, atau majalah tebal yang digulung di bawah atau di samping tungkai yang cedera. Ikat longgar dengan kain atau perban untuk menyangga tulang agar posisinya stabil.
  3. Kompres dingin: Tempelkan kompres dingin yang dibungkus kain pada area yang bengkak selama 15–20 menit untuk membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan. Jangan menempelkan es langsung ke kulit.
  4. Bawa ke rumah sakit: Segera bawa anak ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan X-Ray untuk melihat kondisi pasti di dalam tulang.

Penanganan cedera tulang pada anak membutuhkan ketelitian dan pendekatan medis khusus demi menjaga masa depan tumbuh kembang mereka. Hindari mengambil risiko dengan metode urut yang tidak terukur secara ilmiah.

“Jika buah hati Anda mengalami cedera, jatuh, atau diduga mengalami gangguan pada sistem otot dan tulangnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan komprehensif, rontgen, serta penanganan medis yang aman bersama tim spesialis ortopedi anak,” kata dokter yang bertugas di Eka Hospital Cibubur dalam temu media di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Penanganan patah tulang anak juga perlu didukung oleh fasilitas diagnostik dan penanganan cedera tulang yang modern serta dokter spesialis berpengalaman.

Hindari Bawa Anak ke Dukun Pijat

Gabriel menyayangkan kebiasaan sebagian orang tua yang malah membawa anak ke dukun pijat ketika patah tulang. Padahal, hal ini dapat memicu kondisi yang lebih parah bahkan disabilitas.

“Memijat atau mengurut bagian tubuh yang mengalami patah tulang dapat menyebabkan komplikasi serius hingga cacat permanen pada anak,” kata Gabriel.

Gabriel bercerita, ia bahkan mengetahui ciri anak yang pernah dibawa ke dukun pijat. Biasanya, anak yang sudah pernah ditangani dukun pijat cenderung menangis dan tantrum saat melihat dokter. Anak mengira dokter juga akan melakukan apa yang dukun lakukan.

“Saya tahu mana anak yang sudah dibawa ke dukun, mana yang enggak, baru buka pintu, lihat saya dia udah nangis kejer,” kata Gabriel.

Dia menjelaskan, anatomi tulang anak berbeda dengan orang dewasa. Tulang anak-anak masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki area khusus yang disebut lempeng pertumbuhan. Lempeng ini merupakan jaringan tulang rawan yang terletak di dekat ujung tulang panjang dan berperan dalam pertumbuhan, pertambahan panjang serta bentuk tulang anak.

“Jaringan ini sangat lunak dan sensitif. Jika area ini mengalami cedera dan ditangani secara sembarangan, seperti diurut atau ditarik, lempeng ini bisa rusak permanen. Akibatnya, pertumbuhan tulang anak terhenti, membuat tulang tumbuh bengkok, atau panjang sebelah antara kaki/tangan kanan dan kiri saat mereka dewasa nanti,” paparnya.