Keluhan Kesehatan Terbanyak yang Dikonsultasikan di Halodoc, Gen Z Dominan Tanya soal Kulit

Halodoc ungkap ada perbedaan keluhan kesehatan yang dikonsultasikan milenial dengan gen Z.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria mengatakan, rata-rata setiap bulan terdapat 20 juta active user layanan telemedisin ini. Mayoritas pengguna adalah perempuan didominasi generasi milenial, disusul gen X dan Z.

Menurut Fibri, masalah kesehatan yang paling banyak dikonsultasikan berbeda pada masing-masing generasi. Pada kelompok usia dewasa seperti milenial dan generasi X, telekonsultasi umumnya berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), demam, batuk, dan pilek.

“Di sini terlihat ya, bahwa penggunanya mengonsultasikan masalah kesehatan yang dialami anak mereka,” ujar Fibri dalam Media Gathering Spesial Anniversary ke-10 Halodoc pada Senin, 25 Mei 2026 di Jakarta. 

Sementara itu, pada generasi Z, konsultasi yang paling banyak dilakukan berkaitan dengan kesehatan kulit. Halodoc juga mencatat adanya peningkatan telekonsultasi terkait kesehatan reproduksi. Fibri menilai layanan konsultasi online membuat sebagian pengguna merasa lebih nyaman untuk membahas masalah kesehatan reproduksi. 

“Telekonsultasi seputar kesehatan reproduksi salah satunya mungkin karena ada rasa malu bila bertatap muka saat konsultasi langsung, jadi memilih konsultasi online, misalnya tentang haid yang tidak teratur,” katanya.

Fibri juga melihat peningkatan telekonsultasi terkait kesehatan jiwa dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Fibri, situasi yang tidak pasti belakangan ini kemungkinan menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater melalui layanan digital.

"Ada satu tren yang kita lihat dalam beberapa bulan terakhir yakni soal kesehatan mental, mungkin karena kondisi dan situasi yang penuh ketidakpastian dan banyak hal dari sisi informasi yang memicu kekhawatiran yang memengaruhi mental health," tutur Fibri. 

Layanan AI Hilda kini Hadir Lewat Halodoc on WhatsApp

Di kesempatan yang sama, Halodoc terus mengembangkan layanan salah satunya berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI). Layanan AI bernama Hilda telah diluncurkan pada akhir 2025. 

Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel mengatakan, dalam waktu kurang dari enam bulan sejak diluncurkan, Hilda telah mencatat lebih dari dua juta interaksi pengguna. Pengguna biasanya mencari bantuan untuk menavigasi layanan Halodoc seperti dokter spesialis yang sesuai, bertanya mengenai informasi kesehatan sehari-hari, serta informasi obat dan vitamin.

Guna mempermudah layanan berbasis AI, Halodoc menghadirkan HILDA di WhatsApp, apalagi mengingat sekitar 91% pengguna internet Indonesia menggunakan aplikasi pesan instant itu. “Jadi, kini  pengguna tidak harus membuka aplikasi Halodoc atau website, kini lewat WhatsApp pun bisa mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah,” ujar Alfons. 

Lewat Halodoc on WhatsApp, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan, melakukan pembelian obat, hingga mendapatkan rekomendasi layanan medis dengan empat keunggulan utama: tanpa perlu mengunduh aplikasi, tanpa perlu login, jaminan 100% produk asli, dan pengiriman obat dalam waktu satu jam.

 

“Jadi bukan hanya memberi informasi, tapi juga solusi dan akses tindakan yang lebih mudah,” jelas Alfons.