Bukan Cuma Bikin Glowing, Chemical Peeling Punya Fungsi Medis

Chemical peeling tak hanya untuk kecantikan, tapi juga membantu atasi jerawat, stretch mark, dan kulit ayam.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 17:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. Khalishaturrahmi Nasution, Sp.D.V.E, menjelaskan, chemical peeling dapat digunakan untuk menangani berbagai masalah kulit, tidak hanya untuk estetika, tapi juga terapi medis.

Menurutnya, prosedur ini efektif untuk mengatasi jerawat di punggung dan dada, keratosis pilaris (kulit ayam), striae (stretch mark), hingga infeksi jamur kuku.

"Selain untuk estetika, chemical peeling sudah sering kami gunakan di bidang dermatologi untuk mengobati jerawat di punggung dan dada, keratosis pilaris, striae, hingga jamur kuku," ujar Khalishaturrahmi dikutip dari Antara pada Kamis (18/6/2026)

Dia, menjelaskan, chemical peeling atau chemo-exfoliation adalah prosedur dengan mengoleskan bahan kimia pada kulit untuk menciptakan luka terkontrol. Tujuannya merangsang proses regenerasi dan perbaikan jaringan kulit.

Proses ini membantu meningkatkan tekstur, warna, dan kualitas kulit secara keseluruhan melalui mekanisme regenerasi dan remodeling kulit.

"Tujuan dari eksfoliasi ini adalah menunjang proses regenerasi dan remodeling kulit sehingga terjadi perbaikan tekstur, warna, dan kualitas kulit secara keseluruhan," tambahnya.

Khalishaturrahmi, menambahkan, chemical peeling termasuk prosedur peremajaan kulit yang populer karena bersifat sederhana, minim invasif, dan tanpa downtime panjang.

Bahkan, prosedur ini dikenal sebagai lunchtime peel karena bisa dilakukan singkat dan pasien dapat langsung kembali beraktivitas.

"Pasien datang saat jam istirahat kantor, lalu setelah itu bisa langsung kembali lagi ke kantornya," katanya.

Meski demikian, dia menekankan pentingnya pemilihan jenis peeling yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing pasien.

Untuk kulit masyarakat Indonesia, umumnya digunakan very superficial peel atau superficial peel, karena lebih aman dan memiliki risiko efek samping lebih rendah dibandingkan peeling dengan kedalaman sedang atau dalam.

Selain itu, perkembangan teknologi dermatologi saat ini memungkinkan prosedur peremajaan kulit tidak hanya dilakukan pada wajah, tapi juga pada area tubuh lain seperti leher, tangan, dan kaki untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas kulit secara menyeluruh.