Jangan Sampai Burnout, Ini 5 Tips Atur Waktu bagi Ibu dengan Peran Ganda

Burnout bisa mengintai ibu berperan ganda, simak 5 cara mengatur waktu lebih efektif di sini!

Diterbitkan 10 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ibu dengan peran ganda harus pandai atur waktu di rumah dan tempat usaha. Pasalnya, 24 jam sehari seolah tidak cukup bagi mereka untuk menyelesaikan urusan keluarga dan aktivitas usaha.

Untuk itu, dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Dr. Istiqlaliyah Muflikhati membagikan lima tips, yakni:

Terapkan Teknik Batching

Bagi ibu pedagang, batching dapat dilakukan dengan memproduksi barang sekaligus dalam jumlah banyak, melakukan pengemasan dalam satu waktu, hingga berbelanja bahan baku untuk beberapa hari ke depan dalam satu kali kegiatan.

“Dengan cara ini, waktu dan energi yang digunakan menjadi lebih hemat karena tidak perlu berulang kali berpindah dari satu jenis pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Pendekatan ini mampu membantu meningkatkan efisiensi waktu dan energi, sehingga proses kerja menjadi lebih optimal dan terorganisasi,” kata Istiqlaliyah mengutip laman resmi, Sabtu (9/5/2026).

Tentukan Skala Prioritas

Selanjutnya, tentukan skala prioritas sehingga setiap pekerjaan dapat diselesaikan berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingannya. Selain itu, penting untuk menghindari pemborosan waktu dengan mengelola distraksi dan memanfaatkan waktu secara lebih produktif.

Susun Jadwal Harian

Penyusunan jadwal harian menjadi langkah penting untuk mengatur alokasi waktu secara lebih terstruktur.

“Dengan jadwal yang jelas, aktivitas dapat berjalan lebih sistematis dan membantu mengurangi potensi pekerjaan yang tertunda atau menumpuk,” kata Istiqlaliyah.

Kelola Distraksi

Mengelola distraksi menjadi kunci agar waktu tidak terbuang percuma. Pemanfaatan waktu secara produktif akan membantu menjaga ritme kerja tetap efisien, terutama saat menjalankan peran ganda.

Bangun Kolaborasi

Pembagian peran antar anggota keluarga sangat penting untuk meringankan beban kerja. Kolaborasi ini memungkinkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tetap fokus menjalankan usaha tanpa mengabaikan tanggung jawab domestik.

Dalam jangka panjang, penerapan strategi ini diharapkan dapat membantu ibu UMKM mengelola waktu secara lebih optimal, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keseimbangan antara usaha dan kehidupan keluarga.

Waktu adalah Sumber Daya yang Terbatas

Istiqlaliyah menjelaskan, waktu adalah sumber daya terbatas yang harus dikelola dengan bijak.

“Waktu merupakan sumber daya yang terbatas, sehingga harus dikelola secara bijak melalui perencanaan yang matang, penentuan prioritas, serta komunikasi yang efektif antar anggota keluarga. Selain itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kehidupan keluarga juga menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Keterbatasan waktu dan tidak adanya prioritas yang jelas memicu kaburnya batas antara pekerjaan rumah dan usaha. Ini menjadi penyebab utama ketidakefisienan, bahkan berpotensi memicu kelelahan hingga burnout.

“Ibu yang sehat, bahagia, dan terorganisasi dengan baik adalah fondasi keluarga yang kuat dan usaha yang berkembang. Mulai dari langkah kecil, konsisten, dan rayakan setiap kemajuan!” pungkasnya.