Liputan6.com, Jakarta - Vitamin D menjadi salah satu nutrisi yang paling banyak dicari dalam enam tahun terakhir. Banyak orang mulai rutin mengonsumsi suplemen vitamin D untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan tulang, hingga membantu mencegah berbagai penyakit kronis. Namun, saat membeli suplemen, tak sedikit yang bingung karena menemukan istilah vitamin D dan vitamin D3 di pasaran.
Meski terdengar sama, ternyata vitamin D dan vitamin D3 memiliki perbedaan yang cukup penting untuk diketahui. Ahli gizi menyebutkan bahwa kedua jenis vitamin ini memang sama-sama berfungsi meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh, tapi cara kerja dan efektivitasnya bisa berbeda.
Ahli diet dan nutrisi dari VNutrition, Courtney Pelitera, M.S., R.D.N., C.N.S.C menjelaskan bahwa vitamin D sebenarnya merupakan istilah umum untuk sekelompok senyawa yang dibutuhkan tubuh.
Advertisement
"Dua bentuk vitamin D yang paling umum ditemukan dalam suplemen adalah vitamin D2 dan vitamin D3," kata Pelitera dikutip dari prevention pada Jumat, 8 Mei 2026.
Vitamin D sendiri termasuk vitamin larut lemak yang memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Nutrisi ini membantu penyerapan kalsium untuk memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.
Selain itu, vitamin D juga mendukung sistem kekebalan tubuh serta komunikasi saraf antara otak dan otot.
Tak hanya itu, peningkatan asupan vitamin D juga dikaitkan dengan manfaat kesehatan lain, seperti membantu menurunkan risiko serangan jantung dan mencegah diabetes tipe 2.
Apa Itu Vitamin D3?
Vitamin D3 atau cholecalciferol dikenal sebagai 'vitamin sinar matahari'. Sebab, vitamin ini diproduksi tubuh saat kulit terkena paparan sinar matahari.
Selain dari matahari, vitamin D3 juga bisa diperoleh dari makanan hewani seperti ikan berlemak, mentega, kuning telur, dan hati.
Juru bicara nasional Academy of Nutrition and Dietetics, Melissa Mroz-Planells, D.C.N., R.D.N., mengatakan bahwa vitamin D3 merupakan bentuk vitamin D yang belum aktif sehingga masih harus diproses tubuh sebelum bisa digunakan.
"Tubuh perlu mengubah vitamin D3 menjadi calcitriol agar dapat digunakan secara optimal,"Â tambahnya.
Berbeda dengan D3, vitamin D2 atau ergocalciferol umumnya berasal dari sumber nabati. Vitamin ini banyak ditemukan pada jamur, ragi, dan makanan fortifikasi seperti susu atau sereal.
Sama seperti D3, vitamin D2 juga merupakan bentuk vitamin yang belum aktif dan harus diproses terlebih dahulu di dalam tubuh.
Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D3 cenderung lebih efektif dalam meningkatkan kadar vitamin D dalam darah dibandingkan vitamin D2.
"Dalam pemeriksaan darah, status vitamin D diukur melalui kadar 25-OH Vitamin D atau vitamin D serum. Jika kadarnya rendah, vitamin D3 sering direkomendasikan karena efektivitasnya," kata Pelitera.
Walau demikian, para ahli menilai penelitian tambahan masih diperlukan untuk memastikan apakah vitamin D3 benar-benar lebih unggul dibanding D2 dalam semua kondisi.
Â
Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3514141/original/067492100_1626602154-Ilustrasi_vitamin_atau_Obat.jpg)
Kekurangan vitamin D merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Kurangnya paparan sinar matahari, bertambahnya usia, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko defisiensi vitamin D.
Menurut para ahli, beberapa gejala kekurangan vitamin D yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri otot dan tulang
- Tubuh terasa lemah
- Otot sering kejang atau berkedut
- Kesemutan pada tangan dan kaki
- Tulang lebih mudah patah
- Tubuh lebih sensitif terhadap rasa sakit
Pada kondisi yang lebih serius, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan osteomalasia pada orang dewasa, yaitu kondisi tulang menjadi lunak. Sementara pada anak-anak, kekurangan vitamin D berat dapat memicu rakitis yang menyebabkan tulang kaki tampak bengkok.
Jika merasa sering mengalami gejala tersebut, pemeriksaan kadar vitamin D dalam darah bisa menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tubuh.
Â
Advertisement
Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4552553/original/032111200_1693036316-kateryna-hliznitsova-Nqj2XWHy4K0-unsplash.jpg)
Menurut National Institutes of Health (NIH), kebutuhan vitamin D harian orang dewasa berkisar antara 600 hingga 800 IU per hari. Kebutuhan ini dapat dipenuhi melalui kombinasi paparan sinar matahari, makanan, dan suplemen.
Paparan matahari pagi masih menjadi sumber vitamin D alami terbaik. Namun, gaya hidup modern membuat banyak orang lebih sering berada di dalam ruangan sehingga kebutuhan vitamin D sulit terpenuhi hanya dari sinar matahari.
Oleh sebab itu, konsumsi makanan kaya vitamin D juga penting. Beberapa sumber vitamin D terbaik meliputi:
- Salmon
- Makarel
- Sardin
- Telur
- Jamur
- Susu fortifikasi
- Sereal fortifikasi
Selain dari makanan, suplemen vitamin D juga dapat menjadi pilihan bila diperlukan. Namun, para ahli mengingatkan agar tidak sembarangan mengonsumsi suplemen tanpa konsultasi dokter.
Hal ini karena beberapa jenis obat, seperti statin penurun kolesterol, steroid, obat penurun berat badan orlistat, hingga diuretik tertentu dapat berinteraksi dengan suplemen vitamin D
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4621165/original/042553100_1698065308-amanda-jones-r8loDv_Ap2g-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7818952/original/087329800_1780637328-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_11.23.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3876062/original/066944100_1640925895-aiony-haust-f2ar0ltTvaI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3517825/original/023627800_1626945893-vitamin_unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573517/original/017829600_1777933661-Dokter_Spesialis_Gizi_Klinik_di_Fyn_Nutrition___Wellness_Center__Dr._Nadhira_Afifa__MPH__Sp.GK_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4557287/original/007135800_1693388461-WhatsApp_Image_2023-08-30_at_4.24.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429848/original/014822300_1764646350-IMG-20251202-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543429/original/019650300_1775025624-kontaminasi_tikus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5631582/original/096033200_1778230197-americano.jpeg)