Liputan6.com, Jakarta - Guna menanamkan rasa percaya di benak pasien untuk berobat di dalam negeri, ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan dalam layanan kesehatan.
"Apa yang perlu ditingkatkan di Indonesia? Tentu pertama, ketersediaan teknologi-teknologi. Kita harus selalu update. Jangan sampai kita enggak punya, tapi negara tetangga punya sehingga akhirnya pasien kita terpaksa memilih ke luar negeri," kata dokter spesialis ortopedi subspesialis cedera olahraga Siloam Hospitals Mampang, Andri Lubis, kepada Kesehatan Liputan6.com dalam temu media Orthovolution di Jakarta pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Dengan adanya pembaruan teknologi, sambung Andri, layanan kesehatan Indonesia dapat bersaing dengan rumah sakit-rumah sakit di luar negeri. Bukan hanya soal teknologi, kemampuan dokter atau sumber daya manusia juga perlu terus ditingkatkan.
Advertisement
"Tentu kalau ada alat baru, dokternya harus dilatih. Sekalipun saya senior, kalau misalkan ada alat baru, maka tentu saya belum familiar. Maka, saya harus memperdalam ilmu saya," katanya.
"Oleh karena itu, pendidikan berkelanjutan di bidang-bidang yang menggunakan operasi canggih seperti ortopedi itu sangat penting. Jadi, kalau ditanyakan apa yang perlu kita tingkatkan, ya ketersediaan alat dan mengikuti perkembangan ilmu," tambah Andri.
Selain itu, kerja sama dokter multidisiplin juga perlu dikembangkan di rumah sakit untuk pelayanan yang lebih baik.
Di tengah banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, masih ada pasien Tanah Air yang menyimpan harapan dan kepercayaan besar pada fasilitas kesehatan di dalam negeri.
Masih Ada Pasien yang Pilih Pengobatan di Dalam Negeri
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/7896837/original/082615300_1780726204-Iskandar__2_.jpeg)
Salah satunya Iskandar, pasien yang dua kali menjalani operasi lutut di dalam negeri. Operasi pertama dilakukan pada 2022 di salah satu rumah sakit kawasan Kemayoran, Jakarta. Operasi ini dilakukan dengan teknik konvensional.
Sementara itu, operasi total knee replacement atau penggantian sendi lutut kedua dilakukan pada 14 Februari tahun ini dengan teknologi robot.
"Total knee replacement dengan teknologi robotik luar biasa bedanya. Saya dioperasi siang, kemudian sorenya sudah disuruh jalan pakai tongkat. Itu pengalaman yang luar biasa. Itu kan upaya memperbaiki lutut yang sudah aus. Sekarang saya sudah bisa jalan kaki 6.500 langkah setiap hari," kata pria yang melakukan operasi robotik di Siloam Hospitals Mampang.
Setelah menjalani penyembuhan, dia menyarankan pasien lain agar rajin berlatih berjalan dan tidak terlalu lama duduk agar lutut tidak kaku.
"Jadi, kita harus sering-sering jalan,"Â katanya.
Dia bercerita, sebelum melakukan operasi, ia terlebih dahulu melakukan survei di berbagai rumah sakit, termasuk rumah sakit di luar negeri.
"Kami pernah survei ke luar negeri dan saya juga mendapat informasi dari beberapa rekan saya bahwa operasi knee replacement yang baik menurut mereka ada di negara tetangga. Tapi saya melihat yang bersangkutan, yang kebetulan teman saya melakukan operasi di sana, jalannya kok lambat banget," kata Iskandar kepada Kesehatan Liputan6.com.
Melihat hasil yang tidak sempurna, dia tidak mengikuti jejak rekannya untuk operasi di luar negeri dan lebih memilih operasi di Indonesia. Mengingat, Indonesia juga sudah memiliki rumah sakit yang dilengkapi teknologi robotik.
"Pilihan operasi di Indonesia itu merupakan hal yang sangat baik. Sebetulnya kemampuan dokter-dokter di Indonesia sudah sangat baik," tambahnya.
Tak hanya operasi ganti sendi lutut, Iskandar juga sempat melakukan tiga operasi lain di Indonesia, termasuk operasi kanker pada 2019 yang membuahkan hasil baik.
Begitu pula dengan penanganan kanker prostat yang kini sedang dijalani. Dia tetap memilih rumah sakit Indonesia untuk penanganannya.
Dengan mencoba berbagai layanan di dalam negeri, dia memiliki keyakinan bahwa layanan kesehatan Indonesia tidak kalah dengan negara tetangga.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/7896836/original/077125600_1780726204-andri_lubis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554029/original/003537200_1776057719-1000288568.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6457833/original/035515200_1779321452-20150925144201-ini-kampung-di-bandung-yang-jadi-salah-satu-terpadat-di-dunia-008-dru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437321/original/005168000_1765248432-044d577c-1541-4753-a618-d7e80a83a7bc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7901415/original/071069700_1780731364-henry.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/WWDsfgL6p50AsFHN9q6M90YyhUs=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7910713/original/003538400_1780741591-Menhaj_Moch_Irfan_Yusuf_bertemu_jajaran_Saudi_German_Hospital_di_Madinah__Rabu__3_Juni_2026.__dok._Media_Center_Haji_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545364/original/052805700_1629371943-20210819-Olahraga-Lapangan-Banteng-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7899250/original/050236700_1780728876-Klinik_Kesehatan_Haji_Indonesia__KKHI__Madinah_sebagai_penyedia_layanan_kesehatan_bagi_jemaah_haji_Indonesia_selama_berada_di_Madinah.__dok._Media_Center_Haji_.jpeg)