Liputan6.com, Jakarta - Indonesia memiliki produksi perikanan kedua terbesar setelah China. Negara kita pun memasok sekitar 25 persen dari total kebutuhan permintaan ikan secara global.
Meski begitu, konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih di bawah negara lain, seperti Malaysia dan Jepang. Merujuk data 2024 Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional berada di 58,76 kg/kapita/tahun. Angka tersebut makin rendah lagi di Pulau Jawa dibandingkan wilayah Indonesia Timur.
Guru Besar Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo mengatakan ada beberapa faktor yang membuat konsumsi ikan masyarakat di Pulau Jawa rendah.
Advertisement
Pertama, kebiasaan makan masyarakat. Di Jawa sebagian besar sumber lauk di meja makan mereka sehari-hari bukan ikan sebab sejak kecil dibiasakan makan protein dari ayam, tahu, atau tempe. Sementara di Indonesia Timur, sejak kecil sejak kecil mereka sudah dibiasakan untuk makan ikan.
“Kondisi ini sebenarnya kebiasaan dari kecil yang seharusnya ini diberikan pembelajaran untuk adik-adik generasi muda untuk dibiasakan mengkonsumsi ikan,” kata Alim mengutip laman UGM, Rabu (1/7/2026).
Kedua, kurang pengetahuan tentang manfaat makan ikan. Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa ikan memiliki nilai gizi tinggi, mengandung asam amino lengkap, baik esensial maupun non-esensial, serta asam lemak tidak jenuh, seperti omega 3 yang baik untuk kesehatan peredaran darah, jantung, dan perkembangan otak tanpa memicu kolesterol.
Belum Banyak Produk Olahan Ikan Siap Santap
Ketiga, belum banyak produk olahan ikan siap santap. “Belum banyak beredar produk olahan ikan yang siap santap di masyarakat, membuat mereka malas untuk mengkonsumsinya,” ujarnya.
Keempat, permasalahan distribusi dan logistik juga menjadi penyebab sedikitnya konsumsi ikan. Sebagian besar ikan berasal dari Indonesia Timur, sehingga pengiriman ke daerah berpopulasi tinggi membutuhkan waktu, biaya, angkutan, dan penanganan khusus. Ikan mudah rusak sehingga memerlukan sistem rantai dingin (cold chain), namun tidak semua daerah memiliki fasilitas logistik ini.
“Nah, logistik untuk mengirim ke daerah-daerah yang mempunyai populasi tinggi itu kan memerlukan waktu dan biaya, juga memerlukan penanganan khusus. Tidak semua daerah itu kan mempunyai logistik yang memadai, sehingga distribusi itu terbatas,” jelasnya.
Advertisement
Berdampak pada Sektor Bisnis Perikanan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5103912/original/074532800_1737500040-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_05.31.58.jpeg)
Konsumsi ikan yang rendah berdampak pada sektor bisnis perikanan. Harga ikan menjadi sangat sensitif terhadap tingkat konsumsi. Saat panen banyak hasil tangkap ikan, tetapi angka konsumsi turun maka akan membuat harga ikan menurun, karena daya serap konsumen yang rendah.
Alim mengungkapkan bahwa hingga hari ini, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan ekosistem laut. Dari permasalahan degradasi ekosistem hingga terjadinya penangkapan ikan berlebih yang mengancam populasi ikan lain.
“Di daerah-daerah tertentu sudah terjadi overfishing atau penangkapan yang berlebihan, ini akan membahayakan populasi karena ikan yang ditangkap terlalu banyak,” jelasnya.
Guna menggenjot konsumsi ikan, Alim meminta pemerintah dan stakeholder untuk:
Pertama, gencar melakukan edukasi gerakan makan ikan sejak usia dini.
Kedua, membantu kelompok pengolah ikan dalam mengembangkan produk pengolahan ikan yang siap santap, agar mudah untuk dikonsumsi serta mudah didistribusikan.
Ketiga, memastikan ketersediaan pasokan ikan segar untuk bahan baku.
Keempat, membantu distribusi ikan dari laut ke daerah penduduk agar cepat sampai tanpa menurunkan kualitas ikan.
Kelima, melalui penegakan hukum pemerintah harus terus menindak tegas pelaku kerusakan ekosistem dan mengatasi overfishing demi menjaga kualitas dan keberlanjutan sektor maritim di Indonesia. Juga penjagaan kawasan konservasi laut perlu dilakukan dengan ketat.
“Nah, itu harus diterapkan penegakan-penegakan hukum dan kawasan-kawasan konservasi itu juga harus dijaga dengan ketat,” pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103912/original/074532800_1737500040-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_05.31.58.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Mari Makan Ikan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/9mVPuBx88ecgCLg04QAs-7Cg6lE=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529301/original/069695100_1773319266-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_2.22.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720573/original/001388100_1782813946-gerd__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225254/original/063263400_1598953156-mid-section-woman-with-pain-abdomen_23-2147948557__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8716486/original/023715500_1782811628-gerd.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3262903/original/013265500_1602229815-kelly-sikkema-E8H76nY1v6Q-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3049754/original/085867100_1581593641-alexandru-acea-RQgKM1h2agA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240549/original/017525700_1600317151-photo-1588710929895-6ee7a0a4d155__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715413/original/054557600_1782803832-patah_tulang__2_.jpeg)