Liputan6.com, Jakarta - Obesitas adalah penyakit kronis yang kompleks karena memengaruhi fisik, metabolisme, kondisi hormonal, dan aspek psikologis.
Menurut dokter spesialis gizi klinik, Maryam, manajemen berat badan berpegang pada tiga prinsip yakni personal, terukur, dan berkelanjutan. Aspek personal menjadi hal penting lantaran setiap pasien memiliki kondisi berbeda. Ini juga berpengaruh pada penanganannya.
Salah satu terapi yang mungkin ditawarkan pada pasien obesitas adalah Glucagon Like Peptide-1 (GLP-1). Ini adalah hormon yang diproduksi di usus sebagai respons terhadap asupan makanan. Hormon ini membantu mengatur gula darah dengan merangsang pelepasan insulin, menekan glukagon (yang meningkatkan gula darah), memperlambat pengosongan lambung, dan memberi sinyal ke otak untuk meningkatkan perasaan kenyang.
Advertisement
Efek gabungan ini membantu mengendalikan nafsu makan, mengurangi asupan kalori, dan meningkatkan pengelolaan glukosa. Hormon GLP-1 telah dikembangkan dalam bentuk sediaan obat suntik dan sudah masuk ke Indonesia.
Lantas, apakah setiap pasien obesitas langsung ditawari penggunaan obat ini?
“Sekarang lagi tren banget penggunaan GLP-1, tentu saja setiap obat itu tergantung kebutuhan dari pasien. Jadi tidak semua pasien yang datang, walaupun obatnya lagi hits, itu tetap harus kita edukasi harus asesmen juga, lihat status gizi dulu,” kata Maryam kepada Kesehatan Liputan6.com dalam temu media bersama Bamed di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Cara Kerja GLP-1
Sebelum merekomendasikan GLP-1, Maryam juga akan melihat apakah pasien mengalami gangguan metabolisme glukosa atau tidak. Misalnya diabetes atau prediabetes.
“Ini bisa jadi salah satu pertimbangan karena kan dia meregulasi kontrol gula darah. Bonusnya bisa bantu menekan nafsu makan, karena dia kan kerjanya meningkatkan hormon yang bikin kenyang.”
“Jadi kan kita biasanya kenyang kalau lambung diisi penuh, nah ini tuh tanpa diisi makan lambungnya sudah dikondisikan supaya kenyang sehingga asupannya bisa lebih sedikit,” jelasnya.
Perlu diedukasi, sambungnya, jangan sampai pasien tidak makan sama sekali karena tidak merasa lapar. Jika pasien sengaja tidak makan karena tidak merasa lapar, ini dapat berpengaruh pada komposisi tubuh.
"Yang kita harapkan yang turun kan massa lemak aja ya, tapi karena saking ngefeknya obat jadinya enggak makan, massa ototnya juga ikut turun. Nah, jangan sampai seperti itu, sehingga penting sekali untuk konsultasi dulu,” sarannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/8262537/original/059609900_1781834615-maryam__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300000/original/049582300_1784282893-mainoo_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262326/original/016185800_1781778776-Maryam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262053/original/047370000_1781768821-yeni.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262432/original/019859800_1781790566-Pelataran_Masjid_Nabawi__Madinah__difoto_pada_Sabtu__13_Juni_2026.__Asnida_RianiLiputan6.comMedia_Center_Haji_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262381/original/099496500_1781783759-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_6.52.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262105/original/045492600_1781771061-yeni__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262242/original/040115200_1781776489-SnapInsta.to_720675365_17977105551023196_5815789444077782956_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161482/original/060650500_1741846908-1741840944675_penyebab-skin-barrier-rusak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490641/original/018231800_1770019210-gambar33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262135/original/004341900_1781772069-Dokter_umum_sekaligus_kreator_konten_kesehatan__dr._Ikhsanuddin_Qoth___i.jpeg)