Ngompol Saat Tertawa, Tanda Disfungsi Otot Dasar Panggul

Ketika ada seseorang tertawa sampai mengompol, jangan anggap itu hal wajar atau lucu.

Diterbitkan 19 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hampir 50 persen perempuan dewasa mengalami Pelvic Floor Dysfunction (PFD) atau disfungsi otot dasar panggul dalam hidupnya.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Ni Komang Yeni Dhana Sari, pelvic floor adalah otot dasar panggul yang memiliki peran penting dalam mengatur kandung kemih, usus, rahim, dan lain-lain. Gangguan atau disfungsi yang terjadi pada otot ini disebut Pelvic Floor Dysfunction (PFD).

“Dengan otot dasar panggul kita bisa berdiri tegak, kita juga bisa berfungsi secara baik saat berkemih, buang air besar, dan saat hubungan seksual,” kata dokter yang akrab disapa Yeni dalam temu media bersama Bamed di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Seperti namanya, otot ini berada di dasar panggul. Dalam kondisi normal, otot memiliki bentuk rata. Namun, karena aktivitas, kemampuan, dan proses-proses yang terjadi pada tubuh maka otot ini bisa seperti hammock atau melengkung ke bawah. Sehingga, tidak bisa lagi menopang beberapa fungsi seperti menahan kencing, kentut, dan buang air besar.

“Batuk, loncat, ketawa, jadi keluar sedikit urinenya. Enggak bisa nahan kentut, buang air besar juga kalau ada diare mungkin agak sulit menahan. Belum lagi fungsi seksual, bisa memicu vaginismus (kontraksi berlebih pada otot vagina),” jelasnya.

Penyebab PFD

Yeni pun menyebutkan beberapa penyebab PFD, yakni:

  • Kehamilan
  • Persalinan pervaginam yang tidak dijaga dengan baik
  • Obesitas
  • Meningkatnya tekanan abdomen
  • Kadar estrogen
  • Operasi daerah pelvis.

“Disfungsi dasar panggul bukan sekadar jadi masalah klinis tapi lebih ke arah krisis kesehatan global yang memengaruhi jutaan perempuan setiap hari tapi masih kurang mendapat perhatian,” jelas Yeni.

Dia menambahkan, banyak kasus yang tidak terdiagnosis dan menganggap bahwa itu adalah satu hal yang wajar.

“Seperti kita lihat ada artis senior kita, pelawak, kalau dia ketawa terus ngompol-ngompol dan dianggap lucu. Padahal itu suatu penyakit, seharusnya kita obati,” ujar Yeni.

PFD perlu ditangani karena dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas perempuan ditambah dampak pada kesehatan mental yang tak boleh diabaikan. Kondisi ini dapat memicu rasa malu bahkan tidak percaya diri di hadapan suami.