Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi sekaligus Women and Wellness Advocate, Andien Aisyah, membagikan pengalamannya menghadapi kanker payudara sejak usia muda.
Kisah Andien menjadi pengingat bahwa deteksi dini kanker payudara sangat penting karena dapat meningkatkan peluang sembuh secara signifikan.
Andien mengungkapkan dirinya pertama kali didiagnosis kanker payudara saat masih berumur 16 tahun. Saat itu, pelantun 'Gemintang' merasa bingung karena informasi mengenai kanker payudara belum sebanyak sekarang.
Advertisement
"Ketika pertama kali menerima diagnosis kanker payudara pada saat usia saya masih berumur 16 tahun, saya merasa bingung, apalagi saat itu informasi tentang kanker payudara belum sebanyak sekarang," ujar Andien.
Pengalaman tersebut membuat Andien sadar bahwa kanker payudara bisa datang lebih cepat dan menyerang siapa saja, termasuk perempuan usia muda.
Oleh sebab itu, Andien menilai penting bagi perempuan untuk mulai peduli terhadap kesehatan diri sendiri sejak dini. "Dari pengalaman tersebut, saya sadar bahwa risiko kanker payudara bisa datang lebih cepat, sehingga deteksi dini dan perlindungan kesehatan menjadi sangat penting," tambahnya.
Andien juga berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi pengingat bagi perempuan Indonesia untuk saling mendukung dan meningkatkan kesadaran terhadap upaya preventif kanker payudara.
Di sisi lain, dokter spesialis bedah konsultan onkologi dari RS EMC Grha Kedoya, dr. Arif Winata, Sp.B(K) Onk menekankan bahwa peluang sembuh kanker payudara sangat tinggi apabila penyakit ditemukan lebih awal.
Menurutnya, berdasarkan data American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup pasien bisa mencapai hingga 99 persen jika kanker terdeteksi saat masih berupa benjolan kecil dan belum memasuki stadium lanjut.
"Kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker payudara sangat penting karena peluang sembuh dan tingkat kelangsungan hidup akan jauh lebih tinggi sampai 99 persen apabila kanker ditemukan lebih awal," kata Arif.
Â
Terlambat Diagnosis Kanker Payudara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379807/original/056819600_1760372624-IMG_4990-01.jpeg)
Dia, menjelaskan, keterlambatan diagnosis membuat proses pengobatan menjadi lebih kompleks, memerlukan waktu lebih panjang, dan biaya yang jauh lebih besar.
"Jika terlambat terdeteksi dan sudah masuk stadium lanjut, penanganan menjadi lebih kompleks, proses pengobatan lebih panjang, dan biaya yang dibutuhkan juga jauh lebih besar,"Â tambahnya.
Oleh sebab itu, Arif menilai pendekatan promotif, preventif, dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia.
Sebagai dukungan terhadap kesadaran deteksi dini, diluncurkan PRULady, produk perlindungan jiwa untuk risiko kanker payudara.
Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha, mengatakan produk ini hadir menjawab tingginya kekhawatiran perempuan terhadap kanker payudara.
Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker payudara menjadi kasus kanker tertinggi pada perempuan Indonesia dengan sekitar 66 ribu kasus baru.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379808/original/007262700_1760372626-IMG_5058-01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1350537/original/034296300_1474358831-andien.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288986/original/034116600_1783373945-000_B9FD7NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288982/original/076824500_1783372194-000_B9FD6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317167/original/042920700_1755313730-Kebaya_Floral_Bikin_Berbunga-Bunga_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2243630/original/082207100_1528442471-andien1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524656/original/028138800_1772963869-andien.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273696/original/027081000_1751680689-563d68a2-04c7-4704-8e36-6328d4583818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556447/original/063680000_1776246959-medium-shot-mother-kid-indoors.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6568790/original/022705000_1779414251-kanker_payudara__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529813/original/096814100_1773382553-pola_makan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3230666/original/054667000_1599459934-cancer-patient-resting_256588-1326.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6605930/original/068175700_1779440993-SnapInsta.to_681555199_18591436885047305_4244062975052175191_n.jpg)