Apa Itu Lebaran Yatim? Tradisi Muharram Sarat Makna Sosial

Lebaran Yatim menjadi tradisi 10 Muharram yang sarat makna sosial, kepedulian, dan berbagi.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lebaran Yatim merujuk pada tradisi menyantuni anak yatim dan disabilitas di tanggal 10 Muharram atau 25 Juni 2026. Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyemarakkan bulan Muharram melalui gerakan berbagi dan kepedulian kepada anak yatim serta kelompok rentan.

Salah satu yang menyemarakkan peringatan ini adalah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat kepedulian sosial pada momentum 10 Muharram tersebut diikuti 22 anak yatim.

Mereka menerima bantuan perlengkapan sekolah dan uang saku yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur. Selain santunan yatim, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada majelis taklim di Kecamatan Raman Utara serta pembinaan kelembagaan keagamaan yang diikuti para pengurus majelis taklim.

Kepala KUA Mataram Baru, H. Kasbolah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan nilai kepedulian sosial dan pembinaan keagamaan tersebut. Menurutnya, momentum Muharram hendaknya menjadi sarana memperkuat semangat berbagi dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

"Lebaran Yatim bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," ujarnya mengutip laman Kemenag Kabupaten Lampung Timur, Kamis.

Perkuat Solidaritas Sosial

Sementara itu, Kepala Kemenag Lampung Timur, Drs. H. Marwansyah, mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama dan masyarakat untuk menjadikan Muharram sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan.

Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Suasana bahagia tampak menyelimuti para penerima santunan yang mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial semakin tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.