Dokter Rehabilitasi Medik Soroti Pentingnya Otot bagi Pasien Kanker

Penurunan massa otot pada pasien kanker bisa berdampak besar pada kualitas hidup dan pemulihan.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Rehabilitasi Medik Subspesialis Muskuloskeletal MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Indriani, SpKFR (K) mengatakan bahwa penurunan massa otot dapat berdampak pada kualitas hidup hingga meningkatkan risiko komplikasi dan kematian pasien kanker.

Pasien kanker rentan mengalami penurunan massa otot akibat penyakit itu sendiri maupun efek pengobatan seperti kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Kondisi ini dapat berkembang menjadi sarkopenia hingga kaheksia bila tidak ditangani.

"Penurunan massa otot yang berlebihan akan menyebabkan impairment, komplikasi, dan mortalitas juga. Kaheksia ternyata meningkatkan mortalitas sebesar 20 persen," kata Indriani kepada Kesehatan Liputan6.com di The 6th Siloam Oncology Summit pada Minggu, 24 Mei 2026.

Indriani menjelaskan bahwa otot memiliki peran penting dalam menjaga kemampuan tubuh pasien untuk tetap aktif selama menjalani pengobatan kanker. Pasien dengan kondisi otot yang baik umumnya memiliki mobilitas, kemampuan aktivitas harian, dan kualitas hidup yang lebih baik.

"Outcome-nya bisa dilihat dari pasien yang bisa melakukan aktivitas sehari-hari, kualitas hidupnya lebih baik, kemampuan mobilisasinya juga lebih baik, dan kemampuan kognisinya juga lebih baik," tambahnya.

Dia mengatakan bahwa gangguan otot pada pasien kanker dipicu oleh inflamasi sistemik dan perubahan metabolisme tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan nafsu makan, asupan nutrisi berkurang, hingga massa otot terus menurun.

Akibatnya, pasien mengalami kelelahan berkepanjangan atau fatigue serta menjadi tidak aktif. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat memperburuk keadaan pasien.

Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya rehabilitasi medik sejak awal diagnosis kanker. Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya fokus pada kesembuhan penyakit, tetapi juga mempertahankan fungsi tubuh pasien.

"WHO juga mengatakan functioning itu penting selain mortality dan morbidity. Jadi, bagaimana pasien tetap bisa berfungsi meskipun menjalani terapi kanker," ujarnya.

Jaga Kondisi Otot Pasien Kanker

Selain rehabilitasi, exercise dan nutrisi juga menjadi faktor penting guna menjaga kondisi otot pasien kanker. Indriani menyebut bahwa kombinasi latihan fisik dan asupan nutrisi yang cukup dapat membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot.

Lebih lanjut, dia, mengatakan, pasien kanker tetap dianjurkan melakukan aktivitas fisik ringan sesuai kondisi tubuh masing-masing. Latihan dapat dimulai dari intensitas ringan lalu ditingkatkan secara bertahap.

"Bukan berarti pasien hanya berbaring di tempat tidur tanpa latihan. Kita mulai dengan hight intensity 10 menit, lama-lama ditingkatkan," ujar Indriani.

Menurutnya, kombinasi latihan aerobik dan resistensi menjadi metode terbaik untuk pasien kanker. Latihan resistensi membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot, sedangkan latihan aerobik memperbaiki kapasitas kardiorespirasi.

Di sisi lain, nutrisi terutama protein dan energi juga diperlukan untuk membantu pembentukan otot selama pasien menjalani terapi kanker.

"Jadi kombinasi antara exercise dengan nutrisi itu penting sekali," pungkasnya.