Liputan6.com, Jakarta - Kaheksia menjadi salah satu komplikasi serius yang sering dialami pasien kanker. Kondisi ini ditandai dengan penurunan berat badan drastis, hilangnya massa otot, dan melemahnya kondisi tubuh akibat inflamasi kronis serta peningkatan kebutuhan metabolisme.
Dokter Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK (K) menjelaskan bahwa asupan protein berkualitas, termasuk dari ikan, berperan penting dalam membantu menekan progresi kaheksia.
Menurutnya, tidak semua jenis ikan memiliki efek yang sama dalam mendukung kondisi metabolik pasien kanker. Beberapa jenis ikan dengan kandungan asam lemak omega-3 justru menjadi pilihan utama dalam terapi nutrisi.
Advertisement
"Kalau memungkinkan ikan laut dalam. Mungkin kalau di Indonesia itu ikan kembung atau ikan tongkol. Kalau dari luar ada ikan tuna dan ikan salmon. Itu cukup tinggi omega-3," kata Fiastuti di acara 'The 6th Siloam Oncology Summit' pada Minggu, 24 Mei 2026.
Dia, menjelaskan, omega-3 memiliki efek anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan kronis yang menjadi salah satu pemicu utama kaheksia pada pasien kanker.
Selain itu, ikan juga mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Hal ini penting karena pasien kanker umumnya mengalami penurunan nafsu makan dan peningkatan kebutuhan energi.
Fiastuti menambahkan bahwa intervensi nutrisi sejak dini menjadi kunci penting dalam penanganan pasien kanker. Dia, menekankan, terapi nutrisi tidak boleh berjalan sendiri, tapi harus menjadi bagian dari penanganan komprehensif bersama terapi medis lainnya.
"Kalau kita bicara pasien kanker, pendekatannya harus menyeluruh. Nutrisi itu bukan tambahan, tapi bagian dari terapi utama untuk menjaga kualitas hidup pasien,"Â katanya.
Â
Kebutuhan Protein pada Pasien Kanker dengan Kaheksia
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/6814390/original/057348600_1779604216-Dokter_Gizi_Klinik_Subspesialis_Nutrisi_pada_Kelainan_Metabolisme_Gizi_di_MRCCC_Siloam_Hospitals_Semanggi__Dr._dr._Fiastuti_Witjaksono__MS__SpGK__K_.jpeg)
Kebutuhan protein pasien kanker juga lebih tinggi dibandingkan orang sehat. Fiastuti, mengatakan, jika orang sehat hanya membutuhkan sekitar 0,8 s.d 1 gram per kilogram berat badan per hari, pasien kanker membutuhkan sekitar 1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan.
"Bahkan, bisa mencapai 2 gram per kilogram pada kondisi tertentu," ujarnya.
Dalam praktiknya, tidak semua pasien dapat memenuhi kebutuhan nutrisi hanya dari makanan biasa. Oleh sebab itu, dokter juga kerap merekomendasikan oral nutrition supplement (ONS).
ONS berfungsi membantu memenuhi kebutuhan kalori, protein, serta mikronutrien yang sulit tercukupi hanya dari makanan biasa. "Terutama pada pasien dengan nafsu makan rendah," tambahnya.
Namun, Fiastuti menekankan bahwa kualitas protein tetap harus diperhatikan. Ikan dengan kandungan omega-3 dinilai lebih unggul karena tidak hanya menyediakan protein, tapi juga membantu menekan inflamasi sistemik.
"Kita tidak hanya bicara jumlah protein, tapi juga kualitasnya. Ikan memberikan protein berkualitas tinggi dengan asam amino lengkap,"Â ujarnya.
Â
Advertisement
Sumber Protein Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2393360/original/096815000_1540548793-20181026-Ekspor-Ikan-4.jpg)
Selain ikan, omega-3 juga dapat diperoleh dari sumber lain seperti minyak ikan atau suplemen. Namun, sumber alami tetap menjadi pilihan utama bila pasien masih dapat makan dengan baik.
Dia juga mengingatkan bahwa penanganan pasien kanker dengan kaheksia tidak hanya bergantung pada nutrisi, tapi juga kombinasi dengan aktivitas fisik ringan dan terapi medis.
Pasien yang mengalami imobilisasi terlalu lama berisiko mengalami penurunan massa otot lebih cepat, sehingga intervensi sejak dini menjadi sangat penting.
Dengan pendekatan nutrisi yang tepat, termasuk konsumsi ikan tinggi omega-3, diharapkan kondisi pasien kanker dapat lebih stabil, massa otot tetap terjaga, dan kualitas hidup meningkat.
"Tujuan utama terapi nutrisi adalah menjaga fungsi tubuh dan kualitas hidup pasien sebaik mungkin," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4297430/original/081994700_1674206889-Berkah_Penjual_Bandeng_Musiman_Jelang_Imlek-Angga-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259009/original/093710600_1781434062-gabriel_magalhaes_ismael_saibari_brasil_maroko_ap_matt_slocum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6816610/original/050517700_1779606072-Dokter_Gizi_Klinik_Subspesialis_Nutrisi_pada_Kelainan_Metabolisme_Gizi_di_MRCCC_Siloam_Hospitals_Semanggi__Fiastuti.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447633/original/023664600_1685486330-238bed7d-33bc-4066-b9e7-f9a2de814005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5395236/original/094631700_1761671697-Demensia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6625398/original/020986800_1779456779-nur__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6812444/original/007831700_1779602608-Amirul_Hajj_kunjungan_ke_KKHI_Makkah__23_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji_2026_.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6703838/original/001553000_1779522713-keju.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5395237/original/011005100_1761672695-gejala_demensia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4414618/original/027144000_1683167923-mosquito-g5d5994abe_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6703586/original/014914000_1779522514-Dokter_Spesialis_Kedokteran_Nuklir_MRCCC_Siloam_Hospitals_Semanggi__dr._Ivana_Dewi_Mulyanto__Sp.KN_K___FANMB..jpeg)