Sekolah Lansia Ajak Peserta Tetap Aktif dan Mandiri di Hari Tua

Salah satu program yakni lansia entrepreneur mendorong agar peserta Sekolah Lansia mengembangkan kemampuan, minat, dan hobinya.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi lanjut usia (lansia) bukan berarti harus berhenti berkarya. Lewat program Sekolah Lansia, para peserta didorong untuk tetap aktif, mandiri, dan produktif dengan mengembangkan keterampilan serta peluang berwirausaha sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Mendukbangga/Kepala BKKBN), Wihaji, mengatakan Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya mendorong lansia agar tetap memiliki aktivitas yang bermanfaat. Lalu, untuk meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mengurangi rasa kesepian yang kerap dialami pada usia senja.

“Sekolah lansia bagian dari cara kita untuk memberdayakan (lansia) supaya ada aktivitas, kemudian lebih produktif, dan tentu mengurangi kesepian. Dari problem kesepian itulah kita buat program, sekolah lansia dan lansia entrepreneur,” kata Wihaji dalam acara Kriyaan Lansia Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (8/7/2026).

Lansia entrepreneur merupakan bagian dari Program SIDAYA (Lansia Berdaya) yang dilaksanakan melalui Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL). Program ini mendorong para lansia untuk terus berkarya, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan di usia lanjut.

Wihaji mengatakan bentuk lansia entrepreneur meliputi: peningkatan kapasitas lansia melalui pelatihan kewirausahaan untuk mengembangkan kemampuan, minat, dan hobi; pelatihan kewirausahaan dengan melibatkan kementerian/lembaga dan mitra kerja; serta implementasi dilakukan di BKL dan Sekolah Lansia di Kelompok BKL.

“Sekolah lansia bagian dari cara kita untuk memberdayakan (lansia) supaya ada aktivitas, kemudian lebih produktif, dan tentu mengurangi kesepian. Dari problem kesepian itulah kita buat program, sekolah lansia dan lansia entrepreneur,” ujar Wihaji dalam keterangan tertulis. 

3.500 Peserta Ikut Sekolah Lansia

Di kesempatan itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto turut menyampaikan bahwa sejak 2022, ditargetkan sebanyak 3.000 lansia bergabung dalam sekolah lansia, dan kini sudah melampaui target.

“Ternyata lonjakannya luar biasa, baru masuk tahun ketiga ini, kurang lebih 3.500 lansia yang sudah menjadi peserta didik, terdiri dari 22 sekolah lansia yang tersebar di seluruh kecamatan (di Kota Bekasi),” lanjut Tri Adhianto.

Kegiatan Kriyaan Lansia Kota Bekasi Tahun 2026 ini menjadi ajang unjuk karya dari seluruh sekolah lansia di Kota Bekasi, berupa pameran dan penampilan hasil kreasi yang telah dipelajari oleh para lansia selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah lansia, antara lain pembuatan minuman tradisional, batik eco green, fashion rajut, dan makanan ringan.