Peneliti Ungkap Kondisi Menopause yang Sering Tak Disadari Perempuan

Menopause ternyata memicu kondisi tersembunyi yang sering tak disadari perempuan, apa?

Diterbitkan 22 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menopause bukan hanya soal berhentinya siklus menstruasi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fase ini membawa perubahan besar pada tubuh perempuan yang kerap tidak disadari, terutama terkait kesehatan jantung dan metabolisme.

Hampir semua perempuan cisgender berumur 45 hingga 55 tahun akan memasuki fase menopause. Namun, di balik fase alami ini, terdapat perubahan biologis yang bisa meningkatkan risiko penyakit kronis.

Salah satu peneliti, Samar R. El Khoudary, PhD, MPH, dari University of Pittsburgh School of Public Health, mengatakan, menopause adalah titik krusial dalam kesehatan perempuan.

"Pada akhir usia 40-an, sekitar masa transisi menopause, perempuan mengalami banyak perubahan signifikan pada kesehatan kardiovaskular mereka," ujarnya dikutip dari Medical News Today pada Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam penelitiannya, El Khoudary menjelaskan bahwa ada beberapa perubahan tubuh yang sering tidak disadari perempuan saat memasuki menopause. Di antaranya adalah peningkatan lemak visceral, yaitu lemak di sekitar organ dalam yang berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung.

Selain itu, risiko sindrom metabolik juga meningkat. Kondisi ini merupakan gabungan dari beberapa faktor seperti lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, trigliserida, dan kolesterol baik (HDL).

Perubahan lain juga terjadi pada pembuluh darah yang menjadi lebih kaku dan tebal. "Terjadi peningkatan lemak visceral yang berdampak pada kesehatan jantung. Ada juga peningkatan risiko sindrom metabolik dan perubahan pada pembuluh darah yang menjadi lebih kaku," tambah El Khoudary.

Gangguan tidur juga menjadi masalah umum yang sering diabaikan, padahal memiliki dampak langsung pada kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Menopause menemukan fakta mencolok, yakni hanya sekitar satu dari lima perempuan menopause yang memiliki skor kesehatan jantung ideal berdasarkan Life’s Essential 8 (LE8) dari American Heart Association.

LE8 sendiri mencakup delapan aspek penting, yaitu pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, dan kebiasaan merokok.

Menariknya, empat faktor utama yang paling berpengaruh terhadap risiko jantung di masa depan adalah gula darah, tekanan darah, kualitas tidur, dan penggunaan nikotin.

"Temuan ini penting karena menunjukkan area kunci yang paling berdampak pada kesehatan jantung perempuan di masa depan," kata El Khoudary.

 

Perubahan Hormon yang Menyiksa

Dokter spesialis jantung, Nissi Suppogu, MD, menjelaskan bahwa penurunan hormon estrogen menjadi pemicu utama berbagai perubahan dalam tubuh perempuan saat menopause.

"Penurunan estrogen menyebabkan berkurangnya produksi nitric oxide, meningkatnya peradangan, serta perubahan kekakuan pembuluh darah," ujarnya.

Kondisi tersebut kemudian memicu kenaikan tekanan darah, peningkatan kolesterol jahat, hingga gangguan tidur dan perubahan mood yang ikut memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Sementara itu, kardiolog Cheng-Han Chen, MD, menekankan pentingnya pengelolaan faktor risiko sejak dini pada perempuan menopause.

"Kontrol gula darah, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan kualitas tidur sangat berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular di masa depan," katanya.

Dia, menambahkan, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian utama pada perempuan. Oleh sebab itu, kesadaran terhadap perubahan tubuh saat menopause menjadi kunci penting untuk pencegahan.